KAI Perkuat Distribusi Batu Bara, 780 Gerbong Dikirim ke Sumsel

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) mempercepat distribusi komoditas energi nasional dengan menambah armada angkutan barang berupa 780 unit gerbong datar di Sumatera Bagian Selatan hingga pertengahan April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan batu bara sekaligus memperkuat sistem logistik berbasis rel yang lebih efisien.

Pengiriman tersebut dilakukan secara bertahap menuju Simpang, Divisi Regional (Divre) III Palembang. Hingga kini, sebanyak 13 train set telah tiba di lokasi, sementara sebagian lainnya masih dalam proses distribusi dan pengujian sebelum dioperasikan secara penuh.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa penguatan sarana ini difokuskan untuk memastikan kelancaran distribusi energi nasional. “Penguatan sarana angkutan barang kami arahkan agar distribusi komoditas strategis, termasuk batu bara untuk pembangkit listrik, dapat berjalan konsisten dan tepat waktu. Di sisi lain, penggunaan produk dalam negeri menciptakan nilai tambah bagi industri nasional,” kata Anne, sebagaimana dilansir Lintas, Sabtu (18/04/2026).

Menurutnya, investasi sebesar Rp1,05 triliun yang dialokasikan untuk pengadaan 1.125 unit gerbong datar menjadi bagian dari upaya jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kapasitas angkutan barang sekaligus mendorong peralihan distribusi logistik ke moda transportasi rendah emisi.

Distribusi armada dilakukan bertahap dari fasilitas produksi di Banyuwangi. Saat ini, satu train set masih dalam proses bongkar muat di Palembang, sementara satu train set lainnya masih dalam perjalanan. Selain itu, satu rangkaian dijadwalkan menjalani uji statis pada 20 April 2026 untuk memastikan kesiapan operasional.

Seluruh gerbong diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi. Setiap train set terdiri atas 60 unit gerbong tipe BM 54 ton dengan kapasitas muat 15 ton per unit, sehingga mampu mengangkut hingga 900 ton dalam satu perjalanan.

“Gerbong tipe BM 54 dirancang untuk membawa berbagai muatan berdimensi besar, mulai dari kontainer, material konstruksi, hingga batu bara,” ujarnya.

KAI menilai peningkatan kebutuhan distribusi batu bara menjadikan transportasi rel semakin vital dalam menjaga kesinambungan pasokan energi nasional. Hal ini tercermin dari kinerja angkutan batu bara yang terus meningkat.

Pada Maret 2026, volume angkutan batu bara mencapai 4.634.929 ton, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4.436.996 ton. Secara kumulatif, total angkutan batu bara sepanjang triwulan I 2026 telah mencapai 12.075.002 ton.

Penguatan armada ini juga menjadi bagian dari target Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2029, yang menargetkan angkutan batu bara mencapai 111,2 juta ton dan angkutan nonbatu bara sebesar 10,9 juta ton.

“Penguatan sarana ini memperluas peran KAI dalam sistem logistik nasional. Setiap pengiriman tidak hanya menjaga kelancaran pasokan energi, tetapi juga mendukung kemajuan industri dalam negeri,” tutur Anne. []

Penulis: Rochimawati | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *