Kemendag Siapkan Fasilitas Branding untuk 500 UMKM agar Makin Berdaya Saing

0
Screenshot 2026-10-06 044923

JAKARTA – Sekitar 500 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan disiapkan untuk mendapatkan fasilitas branding dari pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas produk dan meningkatkan daya saing pelaku usaha di pasar domestik maupun ekspor.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan fasilitas tersebut tidak hanya diarahkan pada pengenalan merek, tetapi juga mencakup pembenahan tampilan produk agar lebih mudah dikenali dan menarik perhatian konsumen.

“Nanti akan ada fasilitas branding, artinya produk Bapak-Ibu itu bagaimana supaya menjadi terkenal,” ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (06/10/2026).

Menurut Budi, penguatan merek dagang menjadi salah satu unsur penting dalam membangun daya saing UMKM. Produk yang memiliki kualitas baik, kata dia, perlu didukung kemasan dan identitas merek yang mampu memperkuat posisi produk ketika berhadapan dengan persaingan pasar.

Program tersebut akan diluncurkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Setelah peluncuran TEI, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan seleksi terhadap UMKM yang berhak memperoleh fasilitas branding tersebut.

“Setelah Trade Expo nanti akan diseleksi. Seingat saya hampir 500-an, 500 UMKM,” katanya sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (06/10/2026).

Seleksi tersebut menjadi tahapan lanjutan untuk menentukan UMKM yang akan memperoleh dukungan penguatan merek. Pemerintah juga menyiapkan pendampingan pada aspek lain yang berkaitan dengan kesiapan produk menghadapi pasar.

Pendampingan mencakup standardisasi, kemasan, peningkatan kualitas, hingga perluasan akses pasar. Dukungan tersebut dirancang agar penguatan merek berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk dan kemampuan pelaku usaha menjangkau konsumen.

Budi mengatakan program branding merupakan bagian dari sinergi pemerintah dengan berbagai pihak dalam meningkatkan daya saing UMKM. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk masuk pasar ekspor.

“Jadi kita sudah banyak bekerja sama dengan instansi yang mereka baik hati semua ya, membantu kita semua, membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing para UMKM sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Budi.

Dengan penguatan merek, kemasan, standardisasi, kualitas, dan akses pasar secara bersamaan, pemerintah berharap semakin banyak produk UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat serta mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *