Kemenperin Harus Jadi Akselerator Pertumbuhan Industri Nasional
JAKARTA – Sektor industri didorong menjadi salah satu mesin utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Untuk mencapai sasaran tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diminta tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga mempercepat pertumbuhan industri nasional.
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengatakan percepatan industri menjadi penting karena sektor tersebut memiliki kapasitas besar dalam menggerakkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja. Karena itu, Kemenperin harus mampu memberikan dampak nyata bagi industri yang berada di bawah pembinaannya.
“Keberadaan Kemenperin harus menjadi faktor akseleratif terhadap industri-industri di bawah naungan Kemenperin,” ujarnya sebagaimana diberitakan Antara, Senin (05/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan Sarmuji setelah melakukan rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) serta Direktorat Jenderal Industri Agro di Jakarta, Senin (05/10/2026).
Menurut Sarmuji, keberadaan Kemenperin harus menghasilkan nilai tambah bagi dunia industri. Dengan demikian, kementerian tidak cukup hanya menjalankan fungsi teknis, tetapi perlu mengambil peran lebih besar sebagai pendorong percepatan pertumbuhan sektor industri.
Ia menilai diperlukan terobosan dan langkah berskala besar di berbagai sektor agar laju pertumbuhan industri dapat ditingkatkan.
“Harus membuat langkah-langkah besar di semua sektor supaya industri ini tumbuh makin cepat,” katanya.
Sarmuji mengatakan pertumbuhan industri yang lebih cepat akan berpengaruh langsung terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. Industri dinilai memiliki posisi strategis karena peningkatan aktivitasnya dapat memberikan efek lanjutan terhadap berbagai kegiatan ekonomi.
“Karena hanya dengan industri yang tumbuh cepat, pertumbuhan ekonomi kita juga akan bisa terangkat,” ujar Sarmuji.
Selain kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, Sarmuji menyoroti kapasitas sektor industri dalam menciptakan lapangan kerja. Menurut dia, dorongan terhadap industri perlu dilakukan secara lebih agresif agar manfaat pertumbuhan sektor tersebut juga dirasakan melalui peningkatan kesempatan kerja.
“Apalagi penyerapan tenaga kerja, sektor industri itu menyerap tenaga kerja yang jauh lebih besar dibanding sektor-sektor yang lain,” katanya.
Sebelumnya, Sarmuji menyatakan sektor industri harus menjadi leverage atau daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerapan tenaga kerja. Pernyataan itu disampaikannya setelah resmi dilantik sebagai Menperin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10/2026).
“Saya dapat kabar kepastiannya tadi pagi. Ini adalah tugas yang barangkali cukup berat, karena sektor industri harus jadi leverage atau jadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja,” kata Sarmuji usai pelantikan.
Sebagai langkah awal, Sarmuji menyebut berbagai persoalan yang menghambat perkembangan industri perlu diidentifikasi dan dibenahi secara bertahap. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya dorong sektor industri terhadap perekonomian sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja ke depan. []
Redaksi01
