Kereta Api Jadi Primadona Turis Asing, 129 Ribu Wisman Naik KA di Awal 2026
JAKARTA – Moda transportasi kereta api kian diminati wisatawan mancanegara untuk mobilitas antarkota di Indonesia, tercermin dari jumlah penumpang asing yang mencapai 129.105 orang sepanjang kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan tren peningkatan konsisten dalam lima tahun terakhir, sekaligus mempertegas pergeseran preferensi turis terhadap transportasi darat yang dinilai lebih nyaman dan efisien.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan tersebut sebagai indikator positif terhadap kualitas layanan yang terus ditingkatkan. Data ini, sebagaimana dilansir Money, Minggu, (19/04/2026), menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), Anne Purba, mengungkapkan tren kenaikan jumlah wisatawan asing terjadi secara bertahap namun stabil dalam beberapa tahun terakhir.
“Angkanya tumbuh pelan tapi pasti. Pada kuartal I 2022 tercatat 26.225 wisatawan mancanegara. Setahun kemudian melonjak menjadi 103.722, lalu naik lagi ke 121.329 pada 2024, 128.933 di 2025, hingga akhirnya menyentuh 129.105 pada tahun ini,” ujar Anne Purba.
Menurutnya, peningkatan ini tidak terlepas dari faktor kenyamanan perjalanan serta ketepatan waktu yang ditawarkan moda kereta api. Selain itu, kemudahan sistem pemesanan tiket turut memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis bagi wisatawan asing.
“Kalau dilihat dari titik keberangkatannya, pergerakan wisatawan ini cukup terkonsentrasi di beberapa stasiun besar,” ungkap Anne Purba.
Secara geografis, Stasiun Gambir menjadi titik keberangkatan paling dominan, diikuti Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Bandung. Ketiga lokasi tersebut berperan sebagai simpul utama perjalanan wisatawan menuju berbagai destinasi populer di Pulau Jawa.
Selain kemudahan akses, pengalaman perjalanan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Mereka dapat menikmati perubahan lanskap antarwilayah selama perjalanan, yang memberikan nilai tambah dibandingkan moda transportasi lain.
“Selama perjalanan, wisatawan bisa melihat langsung perubahan lanskap dari satu kota ke kota lain. Itu yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan,” ujar Anne Purba.
KAI menegaskan akan terus melakukan peningkatan layanan agar mampu bersaing dengan sistem transportasi di negara maju, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan evaluasi berbasis kebutuhan pelanggan.
“KAI akan terus melakukan evaluasi layanan dengan mendengarkan suara pelanggan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan perjalanan saat ini,” ujar Anne Purba.
Dengan perluasan konektivitas antarkota yang terus dikembangkan, KAI optimistis tren peningkatan wisatawan asing akan berlanjut dan semakin memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi darat nasional.
“Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan antarkota kini terasa lebih mudah direncanakan dan dapat diakses oleh berbagai kalangan,” tegas Anne Purba. []
Penulis: Maya Wulandari | Penyunting: Redaksi01
