KAI Luncurkan Fitur Female Seat Map, Prioritaskan Keamanan Penumpang Perempuan
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat aspek keamanan perjalanan dengan meluncurkan fitur baru female seat map pada aplikasi Access by KAI, yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi berdekatan dengan sesama perempuan guna meminimalkan potensi risiko selama perjalanan antarkota.
Fitur ini menghadirkan peta kursi yang lebih informatif, di mana kursi yang telah dipesan penumpang perempuan ditandai warna merah muda (pink), sedangkan kursi milik penumpang laki-laki berwarna abu-abu. Skema ini dirancang untuk memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna perempuan saat menentukan posisi duduk.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, menyatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan merespons kebutuhan pelanggan yang semakin beragam. “KAI terus menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas ramah perempuan, akses ramah anak, hingga sarana ramah disabilitas,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa, (21/04/2026).
Selain fitur digital tersebut, KAI juga melengkapi layanan dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti kereta khusus wanita pada waktu tertentu di layanan Commuter Line dan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, pemisahan toilet pria dan wanita di kereta jarak jauh, serta penyediaan kursi prioritas, loket khusus, dan penanda bagi ibu hamil.
Di area stasiun, KAI menyediakan sedikitnya 120 ruang laktasi untuk mendukung kebutuhan penumpang perempuan. Sementara bagi keluarga yang membawa anak, tersedia kids play area, jalur evakuasi ramah keluarga, dan kursi prioritas. Adapun bagi penyandang disabilitas, fasilitas seperti guiding block, ramp, hingga lift di stasiun besar turut diperkuat.
Dari sisi keamanan, KAI mengintegrasikan sistem pengawasan melalui Command Center dengan Contact Center, serta memanfaatkan Closed Circuit Television (CCTV) Analytics guna meningkatkan pengawasan di stasiun dan rangkaian kereta. “Kami terus memperkuat sistem dan pengawasan, sekaligus mengajak pelanggan untuk saling menjaga ruang bersama agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” tambah Anne.
Langkah ini juga dilatarbelakangi oleh adanya 20 laporan keluhan terkait pelecehan seksual di layanan Commuter Line sepanjang Januari hingga Maret 2026. KAI menegaskan komitmennya untuk memperkuat pencegahan serta memberikan pendampingan kepada korban hingga proses hukum berjalan.
“Perjalanan yang aman hadir dari sistem yang terjaga dan kepedulian bersama. Kami ingin setiap pelanggan merasa lebih tenang sejak berangkat hingga tiba di tujuan,” jelas Anne. “KAI terus menjaga kualitas layanan dengan menghadirkan fasilitas yang mendukung rasa aman dan kenyamanan pelanggan,” tegas dia.
Sepanjang kuartal I 2026, KAI Group mencatat melayani 128 juta pelanggan atau meningkat 9,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan tren penggunaan kereta api yang kian diminati masyarakat sebagai moda transportasi utama. []
Penulis: Kiki Safitri | Penyunting: Redaksi01
