Konferensi Ke-8 MWCNU Pajarakan : Perkuat Konsolidasi dan Bangun Peradaban Umat

0
0-3840x2174-0-0#

0-3840x2174-0-0#

PROBOLINGGO – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menggelar Konferensi ke-8 MWCNU Pajarakan bertempat di Yayasan Nurul Islam, Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu (18/10/2026).

Mengusung tema “Menguatkan NU, Meneguhkan Aswaja, Membangun Peradaban”, ajang lima tahunan ini dihadiri jajaran Muspika Pajarakan hingga Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakiem Noer (Nun Hafidz) untuk melakukan evaluasi kinerja serta penataan organisasi ke depan.

Perhelatan akbar tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ini menjadi momentum strategis bagi para kader dan pengurus jam’iyah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mengevaluasi program kerja khidmat selama lima tahun masa khidmat sebelumnya.

Ketua Panitia Konferensi ke-8 MWCNU Pajarakan, Dr. Hartono, dalam laporannya menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan bagian integral dari mekanisme organisasi Nahdlatul Ulama untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program, khidmat, serta proses permusyawaratan sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku.

“Konferensi ini juga menjadi momentum strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat konsolidasi antar pengurus, dan memastikan Nahdlatul Ulama tetap hadir memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa,” ujar Dr. Hartono di hadapan para peserta.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakiem Noer (Nun Hafidz), dalam arahannya menegaskan bahwa konferensi bukan sekadar agenda rutin lima tahunan belaka, melainkan wadah muhasabah bersama.

Ia mengingatkan para kader agar senantiasa menjaga keutuhan organisasi sebagai perahu keselamatan umat (safinatun lil-najah) dengan memegang teguh prinsip berkhidmat murni demi agama dan jam’iyah, bukan sekadar mencari jabatan.

Acara pembukaan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting daerah, unsur Muspika, badan otonom (banom), serta para kiai pengasuh pondok pesantren ini berlangsung khidmat.

Rangkaian acara ditandai secara simbolis dengan pemukulan beduk oleh sesepuh NU senior, KH. Ahmad Nawawi, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Pajarakan.

Melalui forum musyawarah tertinggi tingkat MWC ini, diharapkan lahir keputusan-keputusan organisasi yang bijaksana, terpilihnya kepemimpinan yang amanah, serta tersusunnya program kerja progresif yang mampu menjawab tantangan zaman serta kebutuhan umat di wilayah Kecamatan Pajarakan. (rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *