Dispora Kutim Dorong Pemuda Hidupkan GOR Kudungga

0
6240296381549580499

Dispora Kutim mendorong Karang Taruna dan komunitas masyarakat memperluas kegiatan olahraga serta kreativitas pemuda agar GOR Kudungga semakin bermanfaat bagi masyarakat.

ADVERTORIAL – Organisasi kepemudaan dan komunitas masyarakat didorong lebih aktif menyelenggarakan kegiatan olahraga serta aktivitas sosial di kawasan Gedung Olahraga (GOR) Kudungga, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas ruang kreativitas generasi muda sekaligus memastikan fasilitas publik yang dibangun pemerintah memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menilai keterlibatan organisasi kepemudaan dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata generasi muda terhadap masyarakat. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki peran untuk mendukung kegiatan tersebut melalui penyediaan sarana dan pendampingan.

“Kita mendukung dengan menyediakan tempat. Jadi semangat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat itu yang kita dorong,” katanya, Minggu (18/10/2026).

Menurut Basuki, fasilitas olahraga tidak semestinya hanya dimanfaatkan untuk pertandingan atau pembinaan atlet. Keberadaannya juga perlu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk beraktivitas fisik, berekreasi, serta membangun interaksi sosial yang positif.

Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut terlihat dalam kegiatan Color Run 5K yang diselenggarakan Karang Taruna Kutim. Kegiatan lari sejauh lima kilometer itu diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turut menghadiri kegiatan tersebut sekaligus melepas para peserta. Kehadiran masyarakat dari berbagai kelompok usia memperlihatkan bahwa olahraga rekreasi dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat.

Basuki mengatakan, meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan GOR Kudungga merupakan perkembangan positif dibandingkan kondisi beberapa tahun sebelumnya. Fasilitas yang dahulu relatif sepi kini semakin sering dimanfaatkan untuk beragam kegiatan.

“Ya, inilah bangganya saya. Kalau saya bandingkan dengan dulu-dulu, Kudungga sepi, tapi sekarang ramai. Artinya Kudungga bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Basuki.

Meski demikian, peningkatan pemanfaatan fasilitas olahraga diharapkan tidak hanya terjadi ketika berlangsung kegiatan berskala besar. Basuki mendorong komunitas dan organisasi kepemudaan untuk terus menghadirkan aktivitas yang dapat melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Ia menegaskan, Dispora Kutim terbuka memberikan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan, termasuk melalui pemanfaatan fasilitas olahraga yang berada dalam pengelolaan instansinya.

“Karena ini juga bagian dari anak-anak muda, ya kita juga harus bisa memberikan pendampingan kepada mereka,” jelasnya.

Menurut Basuki, pengembangan potensi generasi muda membutuhkan kerja sama antarinstansi pemerintah. Meskipun pembinaan kelembagaan Karang Taruna berada dalam lingkup Dinas Sosial (Dinsos), keterlibatan Dispora tetap diperlukan untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan olahraga dan pengembangan aktivitas kepemudaan.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi organisasi pemuda untuk menyelenggarakan kegiatan produktif sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam kehidupan sosial masyarakat.

Selain membuka ruang kreativitas, pemanfaatan fasilitas olahraga secara berkelanjutan juga dinilai dapat membantu pemerintah daerah membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.

Karena itu, Basuki mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan kondisi fasilitas agar tetap layak digunakan dalam jangka panjang.

Melalui keterlibatan organisasi kepemudaan, komunitas olahraga, dan masyarakat, kawasan GOR Kudungga diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan olahraga, rekreasi, interaksi sosial, dan kreativitas generasi muda di Kutim. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *