Konsumsi Masyarakat Naik, Kinerja Kartu Kredit Mandiri Ikut Terdongkrak

JAKARTA – Lonjakan aktivitas konsumsi masyarakat pada kuartal I 2026 mendorong peningkatan signifikan transaksi kartu kredit Bank Mandiri (Perseroan Terbatas Bank Mandiri Tbk), seiring menguatnya pola belanja pada periode momentum musiman seperti Imlek, Nyepi, Ramadan, hingga Idul Fitri. Tren ini menunjukkan daya beli rumah tangga yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi awal tahun.

Data Mandiri Spending Index (MSI) mencatat konsumsi rumah tangga naik 2,9 persen dibandingkan periode pra-Ramadan, sedikit lebih tinggi dari rata-rata historis 2,8 persen pada periode serupa. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa perputaran ekonomi domestik masih berada dalam zona ekspansi moderat.

Sejalan dengan penguatan konsumsi tersebut, transaksi kartu kredit Bank Mandiri melonjak 24,3 persen secara tahunan (year on year/YoY) hingga Maret 2026. Nilai transaksi juga meningkat 21,3 persen YoY, mempertegas kontribusi segmen ritel terhadap kinerja perseroan berkode saham BMRI itu.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari mengatakan, peningkatan transaksi tersebut merupakan dampak dari optimalisasi ekosistem pembayaran yang dibangun perseroan sepanjang periode musiman.

“Bank Mandiri terus memperkuat sinergi ekosistem pembayaran untuk menangkap peningkatan aktivitas transaksi nasabah. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akseptasi layanan, meningkatkan kenyamanan bertransaksi, serta mendukung pertumbuhan bisnis ritel secara berkelanjutan,” ujar Saptari dalam keterangan resmi sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Kamis, (23/04/2026).

Selain faktor musiman, pertumbuhan transaksi juga ditopang akselerasi layanan digital. Bank Mandiri memperluas penggunaan kartu kredit melalui fitur virtual card yang mendukung transaksi QRIS, penarikan tunai, hingga belanja e-commerce. Perseroan juga mengembangkan fitur Tap to Pay pada aplikasi Livin’ by Mandiri yang memungkinkan pembayaran hanya dengan mendekatkan perangkat ponsel ke mesin EDC.

Peningkatan volume transaksi turut didorong bertambahnya jumlah kartu kredit yang beredar, seiring kemudahan proses pengajuan baik melalui kanal digital maupun non-digital. Dari sisi pola konsumsi, transaksi daring didominasi sektor e-commerce, perjalanan, dan elektronik, sementara transaksi luring masih ditopang sektor ritel seperti department store, restoran, dan supermarket.

Untuk memperluas penetrasi pasar, Bank Mandiri juga mengembangkan kartu kredit co-brand dengan mitra global seperti Marriott Bonvoy dan platform perjalanan Traveloka. Kolaborasi tersebut menawarkan insentif tambahan berupa poin loyalitas hingga peningkatan status keanggotaan pelanggan.

Ke depan, Bank Mandiri menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pembayaran dan kapabilitas digital guna merespons perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada transaksi cepat, praktis, dan terintegrasi. []

Penulis: Harun Rasyid | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *