Program Umara Resmi Diluncurkan, UMKM Banjarmasin Dapat Modal Rp150 Juta

BANJARMASIN – Program pembiayaan Usaha Mikro Maju Sejahtera (Umara) yang diluncurkan Bank Kalsel menjadi sorotan utama dalam upaya memperluas akses pembiayaan tanpa agunan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah tekanan ekonomi global. Program ini diperkenalkan dalam Evaluasi Kinerja Triwulan I 2026 di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Kamis, sebagai langkah penguatan inklusi keuangan dan penguatan ekonomi daerah berbasis UMKM.

Peluncuran program tersebut dihadiri Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, Direktur Kepatuhan Mitra Damayanti, Wali Kota (Wako) Banjarmasin M. Yamin HR, serta jajaran terkait. Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari 16 Kantor Cabang (KC) dan 56 Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Kalsel yang tersebar di Kalimantan Selatan hingga Jakarta, sebagai bagian dari evaluasi kinerja sekaligus penguatan implementasi program pembiayaan.

Dari sisi kebijakan daerah, program Umara diposisikan sebagai instrumen stimulus ekonomi yang beririsan dengan momentum Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin, sekaligus strategi memperkuat daya tahan pelaku UMKM di tengah fluktuasi ekonomi. Skema pembiayaan ini menjadi perhatian karena menawarkan akses modal yang relatif lebih longgar dibanding pembiayaan konvensional.

Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR menyampaikan bahwa program ini merupakan respons terhadap tantangan ekonomi yang dihadapi pelaku usaha. Ia menyebut kemudahan akses modal sebagai keunggulan utama skema tersebut. “Program Umara menawarkan fasilitas pinjaman modal mulai dari Rp50 juta hingga Rp150 juta. Hebatnya, ini diberikan dengan skema tanpa jaminan dan tanpa bunga,” ungkap Yamin di sela-sela acara, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Kamis, (23/04/2026).

Di sisi lain, Bank Kalsel menegaskan kesiapan operasional dalam menjalankan program ini melalui koordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin. Fachrudin menjelaskan bahwa implementasi akan langsung digerakkan melalui unit layanan teknis. “Alhamdulillah, MoU sudah ditandatangani. Mulai hari ini, kami langsung bergerak untuk sosialisasi. Program ini akan dijalankan secara teknis melalui Kantor Cabang Utama dan Bank Kalsel Syariah agar implementasinya di lapangan berjalan lancar,” jelas Fachrudin.

Selain aspek pembiayaan, agenda evaluasi juga menyoroti arah kebijakan keberlanjutan lingkungan dengan mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan perbankan dan pemerintahan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen penyelarasan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di Banjarmasin.

Program Umara dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan sektor UMKM melalui pembiayaan inklusif, sekaligus memperluas peran perbankan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Kalsel, dan perangkat teknis, program ini diharapkan mampu meningkatkan skala usaha pelaku UMKM serta memperluas akses pasar di tingkat regional maupun nasional. []

Penulis: Latif Thohir | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *