Kopi Jayawijaya Dibidik Tembus Pasar Internasional, KemenUMKM Tekankan Kualitas
JAYAWIJAYA – Pengolahan kopi yang higienis dan memenuhi standar kualitas didorong menjadi kunci peningkatan nilai jual produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) mengajak masyarakat memperluas budidaya kopi sekaligus meningkatkan mutu pengolahannya agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Asisten Deputi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembangan Kewirausahaan KemenUMKM, Adi Trinojuwono, mengatakan kopi dari Jayawijaya memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah apabila ditangani dengan proses yang tepat. Hal itu disampaikannya di Wamena, Jayawijaya, Sabtu (10/10/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (10/10/2026).
“Untuk itu kami mengajak masyarakat di daerah ini, lebih umum Papua Pegunungan untuk terus menanam bibit kopi supaya dapat menghasilkan produk-produk unggulan dari bahan dasar kopi yang dapat dijual di pasar nasional maupun internasional, dengan proses pengolahan yang baik,” katanya.
Menurut Adi, pengembangan usaha kopi tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku. Pelaku UMKM juga perlu memastikan produk yang dipasarkan memenuhi persyaratan kebersihan, kualitas, dan pengemasan agar mampu bersaing serta diterima konsumen.
“Produk UMKM itu harus diolah secara baik dengan standar kebersihan, kualitas sehingga dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Jadi, produk UMKM itu bukan asal-asalan dijual, tetapi dikemas secara baik sehingga dapat diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong peningkatan mutu produk, pengembangan perkebunan kopi di Jayawijaya diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Adi menjelaskan, budidaya kopi memiliki dua aspek penting, yakni menjaga kondisi lingkungan dan membuka peluang terciptanya produk unggulan yang memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Pengembangan komoditas tersebut juga diarahkan untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat asli setempat. Dengan pengolahan yang lebih baik, kopi tidak hanya dijual sebagai hasil perkebunan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
“Kami berharap kopi di Kabupaten Jayawijaya ke depan dapat terus dikembangkan sehingga menjadi pendapatan bagi masyarakat asli di sini,” katanya.
Adi juga menilai kopi memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menjadikannya minuman sehari-hari. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan variasi produk olahan, sepanjang mutu dan proses produksinya tetap diperhatikan.
“Kami berharap masyarakat di sini dapat terus mengembangkan olahan produk kopi supaya menjadi pendapatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dorongan pengembangan kopi Jayawijaya diharapkan dapat memperkuat usaha UMKM berbasis potensi lokal, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Konsistensi dalam menjaga kualitas, kebersihan, pengemasan, dan kelestarian lingkungan menjadi faktor penting agar kopi daerah ini mampu bersaing secara berkelanjutan. []
Redaksi01
