Kotabaru Jadi Sasaran Intervensi Harga, Pasar Murah Digelar

0
IMG_8842-300x200

KOTABARU – Sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Kotabaru mendapat intervensi harga melalui pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalsel di Siring Laut, Rabu-Kamis, 7-8 Oktober 2026.

Intervensi tersebut menyasar masyarakat Kotabaru karena beberapa komoditas kebutuhan pokok di daerah itu memiliki harga relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Melalui pasar murah, masyarakat dapat memperoleh sejumlah bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi (Disdag) Kalsel Ahmad Bagiawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menekan dampak inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan.

“Ini kegiatan pasar murah dalam rangka intervensi inflasi. Kabupaten Kotabaru termasuk daerah yang terkena imbas inflasi, sehingga beberapa kebutuhan bahan pokok memang lebih mahal,” ujarnya, sebagaimana diberitakan RRI, Rabu, (07/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Disdag Kalsel membawa sejumlah komoditas strategis. Minyak goreng dijual Rp15.000 per liter, sedangkan gula pasir dipasarkan Rp18.000 per kilogram.

Komoditas yang tersedia tidak hanya minyak goreng dan gula pasir. Masyarakat juga dapat membeli teh, tepung, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel turut melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel untuk menyediakan ikan patin.

Dukungan juga datang dari distributor yang menyediakan telur dan ayam. Keterlibatan berbagai perangkat daerah bersama pelaku distribusi menjadi bagian dari strategi memperluas pilihan komoditas sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Pemerintah juga menggandeng distributor untuk menyediakan komoditas telur dan ayam. Kolaborasi lintas perangkat daerah dan pelaku distribusi ini ditujukan untuk memperluas pilihan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga,” ujarnya

Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Ketua TP PKK Kalsel Fathul Jannah Muhidin dan jajaran pejabat terkait meninjau pelaksanaan pasar murah. Kehadiran mereka menunjukkan intervensi harga dilakukan secara langsung di tengah masyarakat, tidak hanya melalui kebijakan pengendalian inflasi.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Masyarakat mendatangi lokasi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan memanfaatkan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Menurut Ahmad Bagiawan, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalsel untuk memperkuat kerja sama pemerintah daerah dengan TP PKK dalam pelaksanaan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, sejak pagi masyarakat sudah banyak yang berbelanja. Ini sesuai arahan Pak Gubernur untuk berkolaborasi dengan PKK,” katanya.

Pasar murah tersebut menerapkan mekanisme pembelian langsung tanpa kupon. Warga cukup datang ke lokasi, memilih kebutuhan yang tersedia, membayar secara tunai, kemudian membawa barang belanjaannya.

Pemprov Kalsel berharap intervensi yang berlangsung selama dua hari itu dapat membantu meringankan beban masyarakat Kotabaru sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *