KukarGO dan Arbizz Space Resmi Diluncurkan, Perkuat Ekosistem UMKM Kukar

0
IMG-20261006-WA0047

Pemkab Kukar meluncurkan KukarGO sebagai marketplace produk lokal dan Arbizz Space sebagai ruang kolaboratif untuk memperluas pasar, memperkuat legalitas, dan mendorong UMKM naik kelas.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan KukarGO dan Arbizz Space di Tenggarong, Sabtu (03/10/2026), sebagai upaya memperluas akses pasar, mendorong digitalisasi usaha, serta menyediakan ruang pengembangan ekonomi kreatif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Peluncuran kedua inovasi tersebut digelar di Panggung Arbizz Space dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 serta Hari UMKM Nasional ke-10.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, KukarGO dan Arbizz Space diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mendorong pelaku usaha lokal berkembang dan naik kelas.

Menurut Aulia, KukarGO hadir sebagai marketplace yang secara khusus menyediakan ruang bagi produk-produk lokal Kukar. Platform tersebut diharapkan memudahkan masyarakat menemukan produk UMKM sekaligus mempertemukan penjual dan pembeli secara lebih langsung.

“Cita-cita kita jelas, yaitu membuat UMKM Kutai Kartanegara naik kelas,” ucap Aulia.

Ia menambahkan, pengembangan KukarGO perlu ditopang sistem pembayaran yang mudah dan terintegrasi. Karena itu, Pemkab Kukar membuka peluang kolaborasi dengan sektor perbankan, termasuk Bankaltimtara, untuk memperkuat ekosistem pembayaran di platform tersebut.

Selain memperluas pemasaran secara digital, Pemkab Kukar juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik. Program itu diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan sesuai ketentuan dan hasil penilaian kelayakan usaha.

Aulia turut menekankan pentingnya legalitas usaha. Menurutnya, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) akan memudahkan pemerintah dalam memberikan fasilitas, pendampingan, dan perlindungan kepada pelaku UMKM.

“Dengan memiliki Nomor Induk Berusaha, kita akan lebih mudah memberikan berbagai fasilitas, pendampingan, serta perlindungan kepada pelaku UMKM,” jelasnya.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah UMKM di Kukar mencapai sekitar 41 ribu pelaku usaha. Dari jumlah itu, sekitar 23 ribu telah terverifikasi dan memiliki NIB.

Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar Alfian Noor menjelaskan, KukarGO dirancang sebagai platform khusus untuk memberikan ruang pemasaran bagi produk-produk lokal Kukar.

Menurut Alfian, pelaku UMKM lokal menghadapi tantangan ketika harus bersaing di marketplace berskala nasional yang menampilkan produk dalam jumlah sangat besar. Kondisi tersebut dapat membuat produk lokal lebih sulit ditemukan calon konsumen.

“KukarGO merupakan platform untuk ribuan produk yang ada di Kutai Kartanegara, khususnya produk-produk lokal,” jelas Alfian.

Ia menerangkan, KukarGO dikembangkan dengan mekanisme verifikasi sehingga pelaku usaha yang masuk dalam sistem merupakan UMKM yang beroperasi di wilayah Kukar.

Platform tersebut juga mengedepankan kemudahan transaksi. Penjual dan pembeli dapat berkomunikasi secara langsung, termasuk melalui WhatsApp, sehingga proses pemesanan dapat dilakukan tanpa perantara yang rumit.

Alfian menegaskan, KukarGO tidak mengenakan biaya pendaftaran maupun potongan transaksi. Kebijakan itu diharapkan dapat memberi ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform digital.

Selain menjadi etalase digital bagi produk lokal, KukarGO juga membuka peluang ekonomi bagi jasa pengiriman lokal. Transaksi antarpengguna dapat menciptakan peluang bagi pengemudi ojek maupun penyedia jasa pengantaran di masing-masing kecamatan.

DPMPTSP Kukar juga menyiapkan pendampingan bagi pelaku UMKM yang masih menghadapi kendala dalam proses pendaftaran maupun pemenuhan legalitas usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kukar Muhammad Reza mengatakan, Arbizz Space dibangun dengan konsep Aktivasi, Rekreasi, Budaya, dan Bisnis.

Menurut Reza, Arbizz Space tidak hanya diarahkan sebagai kawasan kuliner atau tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang terpadu yang menghubungkan aktivitas sosial, ekonomi, budaya, dan rekreasi.

“Arbizz Space adalah ruang kolaboratif yang menghubungkan potensi lokal, kreativitas budaya, dan bisnis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kukar,” ujarnya.

Reza mengatakan, kawasan tersebut diharapkan menjadi titik temu berbagai aktivitas masyarakat. Kegiatan berbasis tradisi, kesenian, kuliner, hingga kreativitas modern dapat dikembangkan di Arbizz Space.

Dengan konsep tersebut, Arbizz Space diharapkan menjadi ruang yang merepresentasikan budaya tradisional dan modern Kukar sekaligus menjadi wadah bagi pertumbuhan UMKM.

Saat ini, Arbizz Space telah diisi puluhan unit usaha dengan berbagai kategori, terutama makanan dan minuman. Ke depan, kawasan tersebut ditargetkan aktif sepanjang tahun melalui berbagai kegiatan.

Pengembangan Arbizz Space juga diarahkan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat dan wisatawan, membangun ikon baru Kukar, serta memperkuat peran sektor ekonomi kreatif dan budaya dalam perekonomian daerah.

Pemkab Kukar berharap KukarGO dan Arbizz Space dapat saling mendukung. KukarGO menjadi sarana digital untuk memperluas pemasaran produk lokal, sedangkan Arbizz Space menjadi ruang fisik bagi masyarakat untuk berusaha, berkreasi, berinteraksi, dan menikmati berbagai kegiatan.

Kehadiran kedua inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar memperluas akses pasar dan ruang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan ekonomi lokal. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *