Kutim Perluas Konektivitas Wilayah lewat 13 Proyek Jalan

0
6192727359593583266

Pemkab Kutim melanjutkan 13 paket jalan tahun jamak untuk memperkuat akses darat menuju sejumlah wilayah yang belum terhubung optimal, termasuk Sandaran, Muara Bengkal, dan Mulungan.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melanjutkan 13 paket pembangunan jalan melalui skema tahun jamak (multiyears/MY) untuk memperluas akses darat menuju wilayah yang belum terhubung secara optimal. Sejumlah kawasan, termasuk Sandaran, Muara Bengkal, dan Mulungan, menjadi bagian dari wilayah yang masih membutuhkan penguatan konektivitas.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, kebutuhan pembangunan jalan masih cukup besar karena jaringan penghubung antarkawasan di Kutim belum sepenuhnya memadai.

“Masih ada beberapa, karena memang MY itu di antaranya untuk jalan memang yang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita kan masih belum matang ini,” ujar Ardiansyah Sulaiman usai rapat paripurna kesepakatan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Rabu malam (30/09/2026).

Menurut Ardiansyah, pembangunan jalan melalui skema MY menjadi salah satu instrumen untuk menjangkau wilayah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses darat. Kondisi geografis Kutim membuat peningkatan konektivitas membutuhkan pengerjaan yang berkelanjutan dan tidak selalu dapat dituntaskan dalam satu tahun anggaran.

Ia mencontohkan akses menuju sejumlah kawasan yang masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Sandaran, belum sampai ke desa Sandaran ujung sana. Masuk MY, kemudian Muara Bengkal. Belum masuk ke ujung desa sampai ke Mulungan, belum masuk. Jadi ini masih banyak lagi,” jelasnya.

Sebanyak 13 paket jalan yang dilaksanakan melalui skema MY diharapkan memperluas jaringan penghubung antardesa dan antarkecamatan. Peningkatan akses tersebut juga diharapkan mempermudah masyarakat mencapai pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

Bagi wilayah pedalaman, ketersediaan jalan yang lebih baik memiliki peran penting dalam memperlancar mobilitas warga dan distribusi kebutuhan sehari-hari. Infrastruktur jalan juga menjadi salah satu prasyarat untuk memperkuat hubungan ekonomi antarkawasan.

Selain memperluas akses, Pemkab Kutim menargetkan pembangunan yang berjalan dalam beberapa tahun mendatang dapat meningkatkan persentase kemantapan jalan hingga 50–60 persen.

“Makanya saya berpikir mudah-mudahan dalam 3 tahun ke depan ini paling tidak mantap jalan kita itu bisa naik ke 50 persen atau 60 persen, itu sudah cukup,” tegas Ardiansyah.

Pemkab Kutim bersama DPRD Kutim akan mengawal pelaksanaan pembangunan tersebut agar berjalan sesuai tahapan. Kelanjutan 13 paket jalan tahun jamak diharapkan secara bertahap mengurangi keterbatasan akses wilayah sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat di berbagai kawasan Kutim. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *