Laba BTN Melonjak 40,8 Persen, Transformasi Bisnis Mulai Berbuah Manis
JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan penguatan fundamental bisnis pada semester I 2026 dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit, perbaikan kualitas aset, penguatan permodalan, serta ekspansi layanan digital.
Selain membukukan kenaikan laba, BTN juga mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar 11,2 persen (yoy) menjadi Rp418,11 triliun. Total aset konsolidasi meningkat 12,4 persen menjadi Rp545,16 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,6 persen menjadi Rp433 triliun.
Direktur Utama (Dirut) BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan capaian tersebut mencerminkan hasil transformasi yang dijalankan perseroan di tengah tantangan industri perbankan.
“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa transformasi BTN tidak hanya menghasilkan pertumbuhan yang cukup baik, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis perseroan di tengah tantangan industri,” kata Nixon dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/07/2026), sebagaimana dilansir Antara, Kamis (16/07/2026).
Pada sektor pembiayaan, kredit perumahan BTN naik 4,8 persen (yoy) menjadi Rp332,88 triliun hingga Juni 2026. Sementara itu, kredit nonperumahan mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 46,1 persen (yoy) menjadi Rp85,22 triliun.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tetap menjadi kontributor utama pembiayaan perumahan dengan nilai penyaluran mencapai Rp196,96 triliun atau meningkat 8,1 persen (yoy). Di sisi lain, Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pada akhir Oktober 2025 telah tersalurkan sebesar Rp4,1 triliun hingga Juni 2026.
Dari aspek kualitas aset, perseroan berhasil menurunkan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 3,3 persen pada semester I 2025 menjadi 2,99 persen pada semester I 2026. Selain itu, rasio Loan at Risk (LAR) turun menjadi 18,6 persen, Cost of Credit (CoC) tercatat 0,7 persen, sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 20 persen.
“Dengan kualitas aset yang semakin membaik di tengah situasi yang cukup challenging dan permodalan yang semakin kuat, BTN hari ini memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkesinambungan,” kata Nixon.
Pada sisi pendanaan, BTN terus memperkuat struktur dana murah melalui berbagai strategi, seperti akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan layanan payroll, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai institusi. Langkah tersebut menjaga cost of fund berada pada kisaran 3,01 persen sepanjang semester I 2026.
“Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut didukung struktur pendanaan yang semakin kuat sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis perseroan dalam jangka panjang,” ujar Nixon.
Transformasi digital juga menjadi salah satu penopang kinerja perseroan. Hingga semester I 2026, superapps Bale by BTN telah digunakan lebih dari 4,3 juta pengguna. Ekosistem digital tersebut didukung lebih dari 344 ribu merchant, lebih dari 14 ribu developer, serta 59 pemerintah daerah. Jumlah transaksi melalui Bale by BTN meningkat 41,6 persen (yoy), sementara nilai transaksinya melonjak 55,3 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Transformasi yang kami jalankan bukan hanya bertujuan memperbesar bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan. Dengan kualitas aset yang semakin baik, struktur pendanaan yang semakin kuat, serta ekosistem digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Nixon. []
Redaksi01
