Lantik Sekitar 64 Pejabat, Bupati Kukar Minta Langsung Tancap Gas

Pelantikan Pejabat Manajerial dan Nonmanajerial, Administrator, Pengawas, serta Pejabat Fungsional di lingkungan Pemkab Kukar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (02/10/2026).

Pemkab Kukar melantik sekitar 64 pejabat dan meminta jajaran baru segera menuntaskan program tahun anggaran 2026 sekaligus mematangkan perencanaan kegiatan 2027.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melantik sekitar 64 pejabat di lingkungan pemerintah daerah dengan tugas segera menuntaskan sisa program tahun anggaran 2026 sekaligus mempersiapkan perencanaan kegiatan 2027. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan aparatur dan peremajaan organisasi untuk menjaga efektivitas kerja pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (02/10/2026), mencakup jabatan manajerial dan nonmanajerial, termasuk pejabat administrator, pengawas, serta pejabat fungsional.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pelantikan dan penempatan pejabat merupakan proses rutin dalam organisasi pemerintahan. Penempatan aparatur, menurut dia, harus mempertimbangkan kompetensi dan hasil penilaian kinerja yang telah dilakukan.

“Ini merupakan sesuatu yang rutin dan biasa dalam rangka peremajaan organisasi. Dengan demikian, pejabat-pejabat yang ada dapat ditempatkan sesuai dengan kompetensinya dan berdasarkan penilaian yang telah dilakukan sebelumnya oleh para atasan maupun Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat),” ujar Aulia.

Ia berharap pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan langsung menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Penempatan aparatur pada posisi yang tepat diharapkan mendukung kualitas pelayanan pemerintah sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.

Menurut Aulia, terdapat dua pekerjaan besar yang harus menjadi perhatian jajaran Pemkab Kukar menjelang berakhirnya 2026. Pemerintah daerah harus memastikan seluruh kegiatan pada tahun anggaran berjalan dapat dilaksanakan dan diselesaikan, sementara pada saat bersamaan perencanaan program 2027 harus mulai dipersiapkan.

“Kita memiliki dua pekerjaan rumah besar di akhir tahun ini. Pertama, kita harus mengeksekusi sisa kegiatan yang ada pada tahun 2026. Kedua, kita juga harus mempersiapkan perencanaan kegiatan untuk tahun 2027,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pejabat yang baru dilantik tidak hanya dituntut melanjutkan pekerjaan pada unit masing-masing, tetapi juga memastikan program dan kegiatan tahun berikutnya dirancang secara matang agar dapat dilaksanakan sesuai sasaran.

Aulia secara khusus menekankan pentingnya peran pejabat administrator dalam menggerakkan pekerjaan di setiap unit organisasi. Mereka dinilai memiliki fungsi strategis dalam mengoordinasikan tim, mengatur alur pekerjaan, dan mengawal pencapaian target kinerja.

“Khususnya bagi teman-teman pejabat administrator, perannya sangat penting. Mereka harus mampu memainkan perannya dengan baik di unit kerja masing-masing, sehingga target-target kerja dan kinerja kita pada tahun ini dapat tercapai,” katanya.

Untuk menggambarkan posisi tersebut, Aulia mengibaratkan pejabat administrator sebagai pengatur permainan dalam sepak bola yang menentukan alur kerja sebuah tim.

“Kalau dalam istilah sepak bola, pejabat administrator itu seperti playmaker. Dia yang mengatur dan membagi bola,” ungkapnya.

Selain mengawal penyelesaian program 2026, pejabat administrator diminta memastikan perencanaan kegiatan 2027 disusun dengan baik sehingga dapat menjadi landasan pelaksanaan program pembangunan daerah pada tahun berikutnya.

Melalui penataan pejabat tersebut, Pemkab Kukar berharap organisasi pemerintahan dapat bekerja lebih efektif dalam menyelesaikan program tahun berjalan, mempersiapkan agenda pembangunan 2027, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Para pejabat yang menerima amanah baru juga diharapkan mendukung pencapaian visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik periode 2025–2030. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *