Pemkab Kukar Perkuat PIK-R, Dekatkan Edukasi dan Konseling ke Remaja

Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati. Jumat (02/10/2026).

DP2KB Kukar memperkuat PIK-R dengan melibatkan konselor sebaya untuk membantu remaja memperoleh informasi, menyampaikan persoalan, serta mempersiapkan pendidikan dan kehidupan berkeluarga secara lebih matang.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar memperkuat Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai ruang edukasi dan konseling bagi remaja berusia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah. Program tersebut mengandalkan pendekatan konselor sebaya agar remaja lebih nyaman menyampaikan persoalan sekaligus memperoleh informasi yang tepat.

Sekretaris DP2KB Kukar Sri Lindawati mengatakan, PIK-R dikembangkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan melibatkan remaja yang telah mendapat pembekalan untuk menjadi konselor bagi teman seusianya.

“Remaja ini nantinya adalah cikal bakal yang akan menjadi keluarga. Jadi dari sekolah, upaya kita adalah bagaimana menanamkan kepada remaja supaya dia bisa menjadi konselor sebaya untuk teman-teman seusianya,” ucap Linda kepada Prudensi.com di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rapak Mahang, Tenggarong, Jumat (02/10/2026).

Menurut Linda, pendekatan sebaya menjadi penting karena tidak semua remaja merasa nyaman mengungkapkan persoalan kepada orang dewasa, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah.

Permasalahan yang dihadapi remaja dapat berkaitan dengan pendidikan, pertemanan, hingga hubungan dengan lawan jenis. Kehadiran konselor sebaya diharapkan menjadi jembatan agar persoalan tersebut dapat dibicarakan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

“Walaupun ada guru BK di masing-masing sekolah, biasanya ada faktor keengganan, malu dan sebagainya untuk menyampaikan permasalahan. Dengan adanya konselor sebaya yang kita berikan pembekalan ini, mereka bisa menjembatani permasalahan temannya,” jelasnya.

DP2KB Kukar juga membekali pengurus PIK-R dengan materi perencanaan kehidupan, pendidikan, serta kesiapan memasuki kehidupan berkeluarga. Edukasi tersebut mencakup pencegahan penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, dan pernikahan dini.

“Program yang kita bawa untuk PIK-R ini adalah bagaimana menjauhi narkoba, menjauhi seks bebas, dan mencegah pernikahan dini,” katanya.

Remaja yang terpilih menjadi pengurus PIK-R mendapatkan pembinaan sebelum menyampaikan kembali informasi kepada teman-temannya. Dengan pola tersebut, mereka tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga berperan sebagai penghubung program pemerintah dengan kelompok remaja di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Linda menjelaskan, penguatan PIK-R juga diarahkan untuk membentuk pola pikir remaja agar memiliki perencanaan pendidikan, kehidupan, dan keluarga secara lebih matang. Pendekatan tersebut diharapkan membantu remaja membuat keputusan yang lebih bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai persoalan pada masa pertumbuhan.

PIK-R sekaligus menjadi salah satu wadah pembinaan bagi Duta Generasi Berencana (Duta Genre). DP2KB Kukar secara rutin menyelenggarakan kegiatan dan perlombaan Duta Genre sebagai sarana bagi remaja untuk menyampaikan gagasan dan inovasi dalam menjawab persoalan generasi muda.

“Duta Genre ini adalah agen-agen yang ada di PIK-R tadi. Kita selalu membuat perlombaan setiap tahun,” ujarnya.

Melalui penguatan PIK-R dan peran konselor sebaya, Pemkab Kukar berharap layanan informasi dan konseling dapat semakin dekat dengan remaja. Pendekatan antarremaja juga diharapkan membuat pesan mengenai perencanaan kehidupan, pencegahan perilaku berisiko, dan kesiapan berkeluarga lebih mudah diterima serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *