Mahligai Nusantara 2026 Dorong UMKM Balikpapan Naik Kelas dan Go Digital
BALIKPAPAN – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan transaksi digital, hingga pengendalian inflasi daerah akan menjadi fokus dalam rangkaian Mahligai Nusantara 2026 yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan pada 11-13 September 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan itu dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, akademisi, serta masyarakat. Tidak hanya menampilkan produk lokal, rangkaian kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, dan mempercepat pemanfaatan ekosistem ekonomi digital.
Mahligai Nusantara 2026 mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Mengakselerasi Inovasi untuk UMKM yang Tangguh dan Berdaya Saing”. Memasuki tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2023, kegiatan ini membawa kampanye #BerayakBetampaSetaketMendenia yang dalam bahasa Paser bermakna “Bersama Berkarya, UMKM Mengglobal”.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Robi Ariadi mengatakan pengembangan UMKM membutuhkan sinergi yang berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Sinergi dan kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem untuk mendukung perkembangan aktivitas usaha UMKM,” ujar Robi dalam Bincang Media di Kantor BI Balikpapan, Selasa (01/09/2026).
Menurut dia, penguatan pelaku UMKM tidak cukup hanya melalui promosi produk, tetapi juga perlu didukung peningkatan kualitas, inovasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Langkah ini ditempuh untuk mendorong pengusaha UMKM terus mengembangkan usahanya dan naik kelas melalui perluasan akses pasar, baik digital maupun ekspor, inovasi produk, peningkatan kualitas, serta optimalisasi ekosistem digital,” kata Robi.
Mahligai Nusantara 2026 akan menghadirkan berbagai produk hasil kurasi KPwBI Balikpapan. Sebanyak 46 UMKM makanan dan minuman olahan akan mengisi area pameran, disertai pelaku usaha dari sektor wastra, pakaian siap pakai, aksesori, kriya, dan kerajinan tangan.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, seperti talkshow, workshop, layanan konsultasi usaha, zona inspirasi, serta Mahligai Attraction. Seluruh rangkaian tersebut diharapkan memperluas pengetahuan dan jejaring pelaku UMKM untuk mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Upaya memperkuat ekonomi digital juga dilakukan melalui integrasi Mahligai Nusantara 2026 dengan Fentura Pop 2026, sebuah pasar temporer yang mengedepankan pengalaman berbelanja dan bertransaksi secara digital.
Fentura Pop akan berlangsung lebih awal, yakni pada 10-13 September 2026, di lokasi yang sama. Sebanyak 36 penyewa gerai kuliner UMKM dijadwalkan berpartisipasi dan seluruh transaksi didorong menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk QRIS Tap.
BI menargetkan lebih dari 20.000 transaksi QRIS selama pelaksanaan Fentura Pop 2026. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas, antara lain pengalaman menggunakan QRIS, Fentura Stamp, edukasi dan akuisisi pedagang QRIS, serta menikmati hiburan selama kegiatan berlangsung.
Selain mendorong digitalisasi, rangkaian Mahligai Nusantara 2026 juga akan dikolaborasikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan dalam menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan pangan.
Pelaksanaan GPM dinilai penting untuk mengantisipasi risiko gangguan pasokan akibat penguatan fenomena El Nino di sejumlah wilayah sentra pangan yang memasok kebutuhan Balikpapan, terutama dari Jawa dan Sulawesi. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas inflasi daerah.
Mahligai Nusantara 2026 juga melibatkan masyarakat melalui sejumlah kompetisi. Kegiatan tersebut meliputi Fashion Show Competition dalam rangka Akademi Kreasi Muda Nusantara 2026, Tari Kreasi Nusantara bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta lomba memasak “Ngaduk Rasa Produk Lokal”.
Kompetisi memasak tersebut dibagi dalam kategori profesional dan umum serta akan menghadirkan sesi memasak langsung oleh juru masak nasional. Anak-anak dapat mengikuti lomba mewarnai, sedangkan kreator konten dapat berpartisipasi dalam Creator Showdown, kompetisi video pendek.
Mahligai Idol Competition juga disiapkan sebagai panggung bagi talenta tarik suara. Kompetisi itu akan diramaikan penampilan khusus Rio Laskhart, peraih posisi kedua Indonesian Idol 2026. Selain itu, masyarakat dapat mengikuti talkshow bedah buku bersama penulis nasional.
Penguatan UMKM dalam Mahligai Nusantara 2026 sebelumnya telah dimulai melalui sejumlah kegiatan pendukung. Pada Agustus 2026, KPwBI Balikpapan menggelar Workshop Tani Camp 2026 yang menggabungkan pembelajaran, praktik lapangan, dan penguatan sinergi penerapan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Paser (Paser) pada 6-7 Agustus 2026, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 12 Agustus 2026, dan Balikpapan pada 13 Agustus 2026.
Selain itu, Akademi Muda Nusantara 2026 bertema Wear the Heritage: Young Generation, Local Inspiration digelar pada 31 Agustus hingga 1 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti 20 siswa SMA dan SMK serta 21 UMKM mitra KPwBI Balikpapan dan institusi lainnya dari Balikpapan, PPU, Paser, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Peserta mendapatkan materi mengenai arah desain, pengembangan inspirasi dan tema, papan suasana (moodboard), penceritaan visual, penyusunan identitas merek, cerita fesyen, presentasi, dan kemampuan berbicara di depan umum.
Rangkaian berikutnya adalah Workshop Akademi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) pada 4 September 2026 yang bertujuan meningkatkan kemampuan UMKM dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan.
Pada 7 September 2026, KPwBI Balikpapan juga akan menggelar pelatihan mengenai strategi memperpanjang masa simpan (shelf life) produk makanan dan minuman olahan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai strategi menjaga masa simpan produk tanpa mengabaikan keamanan, kualitas, dan cita rasa.
Robi mengajak masyarakat Balikpapan dan sekitarnya untuk memberikan dukungan terhadap produk lokal dengan hadir dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
“Selama tiga hari, masyarakat dapat menikmati beragam produk unggulan UMKM yang telah melalui proses kurasi, sekaligus memberikan dukungan nyata bagi pengembangan UMKM lokal,” ujarnya, sebagaimana diwartakan Sumber Berita, Selasa, (01/09/2026).
Melalui kolaborasi antara pengembangan UMKM, perluasan transaksi digital, dan pengendalian harga pangan, Mahligai Nusantara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda pameran, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal agar pelaku UMKM semakin siap memperluas pasar dan menghadapi persaingan di masa mendatang. []
Redaksi01
