Muhammadiyah Jogonalan Hadirkan Solusi Pangan Murah dan Penguatan Ekonomi Warga
KLATEN – Gerakan Pangan Murah yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jogonalan di Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026), menjadi upaya memperluas manfaat kegiatan organisasi bagi masyarakat melalui penyediaan bahan pokok terjangkau, edukasi keagamaan, dan promosi usaha lokal. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten serta Perusahaan Umum (Perum) Bulog dalam rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah ke-114.
Program ini berfokus pada penyediaan beras dengan harga terjangkau di tengah kecenderungan kenaikan harga kebutuhan pokok yang disebut telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan instansi pemerintah diharapkan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Bendahara PCM Jogonalan, Iskandar Fanani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk menggabungkan aktivitas organisasi dengan upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Sebagaimana dilansir Muhammadiyah Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026), Iskandar menyampaikan dalam sambutannya, “Kami bekerja sama dengan DKPP Klaten dan Bulog dalam menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah Klaten. Ini merupakan program perdana yang menggabungkan kegiatan persyarikatan dengan penyediaan pangan terjangkau bagi masyarakat,”
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Camat Jogonalan, Tri Suryantoro. Ia mengapresiasi inisiatif sosial yang mempertemukan organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah untuk mendukung stabilitas pasokan pangan bagi warga.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan pokok, kegiatan ini mengintegrasikan pendidikan keagamaan melalui peragaan manasik haji dan umrah massal. Pesertanya berasal dari kalangan peserta didik taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), hingga sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Jogonalan.
Panitia juga menyediakan stan bazar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari lingkungan persyarikatan Muhammadiyah maupun masyarakat sekitar. Kehadiran bazar tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka peluang transaksi dan memperluas jangkauan pemasaran pelaku usaha.
Perpaduan kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi itu diharapkan memberi manfaat yang lebih luas daripada sekadar penyediaan pangan murah. Masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pokok, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar mengenai pelaksanaan ibadah haji dan umrah, sedangkan pelaku UMKM memiliki ruang untuk memasarkan produknya.
Panitia berharap Gerakan Pangan Murah dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan. Keberlanjutan program dan koordinasi dengan instansi terkait menjadi faktor penting agar manfaat kegiatan dapat menjangkau lebih banyak warga. []
Redaksi01
