Munafri Minta Rumah Baru Makassar Wajib Diikuti Sekolah dan Puskesmas

0
IMG_2560

MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong pembangunan kawasan perumahan tidak lagi hanya berfokus pada penambahan jumlah hunian, tetapi harus dibarengi penyediaan sekolah, puskesmas, dan fasilitas layanan publik lainnya. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan permukiman sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan tidak menciptakan kesenjangan layanan dasar.

Dorongan itu disampaikan Munafri saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XV Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Rabu (07/10/2026).

Musda mengusung tema “Solidaritas dan Kolaborasi REI dalam Mendukung Percepatan Program 3 Juta Rumah”. Dalam forum tersebut, Munafri menilai pengembangan perumahan perlu dirancang bersama antara pemerintah dan pengembang sejak awal agar kebutuhan infrastruktur dasar dapat dipetakan bersamaan dengan pembangunan hunian.

“Kalau kita lihat selama ini, tumbuhnya kawasan pemukiman ini luput dari perhatian kita. Pemukiman ini harus tumbuh disertai dengan infrastruktur tambahan seperti sekolah dan puskesmas,” kata Munafri.

Ia mencontohkan perkembangan kawasan perumahan baru di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, yang belum sepenuhnya diimbangi fasilitas pendidikan. Akibatnya, warga harus menempuh perjalanan lebih jauh ke luar kawasan tempat tinggal untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

Menurut Munafri, persoalan serupa berpotensi muncul pada fasilitas kesehatan dan layanan publik apabila pembangunan permukiman tidak disertai perencanaan infrastruktur yang memadai. Karena itu, kebutuhan masyarakat di dalam kawasan perlu menjadi bagian dari perencanaan sejak pembangunan perumahan dimulai.

Munafri mengusulkan adanya perhitungan bersama mengenai rasio pembangunan hunian dengan kebutuhan fasilitas publik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan pola pengembangan kawasan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Mungkin di setiap rasio pembangunan rumah harus ikut rasio pembangunan sekolah yang ada di sana. Kita perlu duduk sama-sama untuk merencanakan berapa besar rasio yang harus kita laksanakan,” ujarnya.

Selain menyoroti kebutuhan infrastruktur, Munafri mengapresiasi kontribusi sektor properti terhadap perekonomian Makassar. Menurut dia, aktivitas pengembang turut memberikan dampak terhadap penerimaan daerah melalui perpajakan serta menggerakkan berbagai kegiatan ekonomi turunannya.

“REI ini adalah bagian daripada kelompok masyarakat yang memberikan sumbangsih terhadap pembangunan yang ada di Kota Makassar ini,” katanya.

Munafri juga menyebut perekonomian Makassar pada triwulan terakhir tumbuh 7,04 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 6,61 persen. Ia menilai dunia usaha, termasuk sektor real estat dan perumahan, menjadi salah satu bagian dari aktivitas ekonomi yang ikut menopang pertumbuhan tersebut.

Karena itu, Munafri berharap Musda XV DPD REI Sulsel dapat menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat penyediaan hunian, tetapi juga memastikan kawasan baru memiliki fasilitas yang memadai bagi masyarakat.

“Jadikanlah Musda ini sebagai ajang konsolidasi untuk membangun Kota Makassar dan merealisasikan program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden yaitu program 3 juta rumah,” tutupnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *