Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan Industri Pangan Sumsel

0
Komisi VII DPR RI dorong industri di Sumsel menembus pasar global

PALEMBANG – Ketersediaan bahan baku dan peralihan menuju energi bersih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam penguatan industri pangan di Sumatera Selatan (Sumsel). Hal tersebut mengemuka saat Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) mengunjungi fasilitas produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Palembang, Jumat (06/11/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi kesempatan bagi Komisi VII DPR RI untuk menyerap persoalan yang dihadapi pelaku industri, terutama terkait kepastian pasokan gula dan bahan baku lainnya, serta kebutuhan regulasi yang mendukung daya saing industri nasional.

Ketua Tim Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan, aspirasi yang disampaikan Indofood mencerminkan kebutuhan industri pangan secara lebih luas. Pemerintah dan pemangku kepentingan, menurut dia, perlu memastikan rantai pasok bahan baku tetap terjaga agar kegiatan produksi berjalan berkelanjutan.

“Apa yang disampaikan Indofood hari ini mewakili aspirasi industri pangan secara umum. Mulai dari kebutuhan gula, hingga bahan baku lainnya yang harus dijamin pasokannya,” katanya lagi.

Selain membahas persoalan pasokan, rombongan Komisi VII juga meninjau proses produksi untuk melihat penerapan standar keamanan pangan di perusahaan tersebut. Lamhot menilai Indofood merupakan salah satu contoh industri nasional yang mampu mengembangkan daya saing hingga menjangkau pasar internasional.

“Kami memberikan apresiasi kepada PT Indofood yang sudah masuk market global dunia seperti Eropa dan Timur Tengah,” kata Lamhot saat kunjungan kerja tersebut, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (06/11/2026).

Dalam peninjauan itu, Komisi VII turut menyoroti isu negatif yang beredar mengenai produk Indofood, khususnya mi instan. Berdasarkan pengamatan langsung terhadap proses produksi, Lamhot menyatakan proses pengolahan hingga pengemasan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Kami melihat sendiri seluruh prosesnya mulai dari proses pengukusan, penggorengan hingga pengemasan dilakukan secara higienis dan sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya menegaskan.

Di sisi lain, Komisi VII mendorong perusahaan-perusahaan di Sumsel mempercepat penggunaan energi bersih. Dorongan tersebut muncul karena masih terdapat industri yang menggunakan batu bara sebagai sumber bahan bakar.

Lamhot menyebut pengalaman Indofood menembus pasar Eropa dan Timur Tengah dapat menjadi gambaran kapasitas industri nasional untuk bersaing di tingkat global. Namun, penguatan daya saing industri di daerah juga membutuhkan dukungan kebijakan, kepastian pasokan bahan baku, serta upaya mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Masukan dari pelaku industri tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan sektor industri. Dengan dukungan rantai pasok yang kuat dan transisi energi yang terarah, industri di Sumsel diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas jangkauan pasar. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *