Pemkab Kukar Pertimbangkan Arbizz Space Jadi Lokasi Bazar MTQH Kaltim 2026
Sekretaris Daerah Kukar Sunggono
Persiapan MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kaltim di Tenggarong telah mencapai lebih dari 80 persen secara konseptual, sementara Pemkab Kukar masih mengevaluasi Arbizz Space sebagai alternatif lokasi bazar UMKM dan menyiapkan kebutuhan arena perlombaan serta akomodasi peserta.
ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mempertimbangkan Arbizz Space sebagai alternatif lokasi bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Desember 2026. Rencana tersebut menjadi bagian dari penyesuaian teknis penyelenggaraan yang secara konseptual telah mencapai lebih dari 80 persen.
Sebagai tuan rumah, Pemkab Kukar terus mematangkan persiapan MTQH yang dijadwalkan berlangsung di Tenggarong. Persiapan meliputi penentuan arena perlombaan, penyediaan akomodasi peserta, hingga penataan kegiatan pendukung untuk memastikan kelancaran pelaksanaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan evaluasi persiapan terus dilakukan melalui koordinasi bersama seluruh bidang dan ketua yang terlibat dalam kepanitiaan. Langkah tersebut bertujuan menyelaraskan perkembangan kegiatan sekaligus mengantisipasi perubahan yang dapat memengaruhi penyelenggaraan MTQH.
“Hari ini kita akan kembali mendengarkan laporan dari seluruh bidang dan ketua terkait perkembangan, rencana kegiatan, serta pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi,” ucap Sunggono kepada awak media seusai rapat koordinasi di kantor Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, Tenggarong, Kamis (15/10/2026).
Menurut Sunggono, rapat koordinasi juga membahas evaluasi harian dan mitigasi risiko terhadap berbagai kendala yang telah diidentifikasi. Setiap bidang diminta menyesuaikan rencana kerja agar kebutuhan penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara terkoordinasi.
Salah satu pembahasan utama adalah penentuan lokasi bazar UMKM. Sebelumnya, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di area samping Kantor Bupati Kukar. Namun, panitia kini mempertimbangkan Arbizz Space sebagai alternatif lokasi karena dinilai memiliki area yang dapat menampung para pelaku usaha.
“Pada awalnya pelaksanaan kegiatan UMKM berskala besar direncanakan berlangsung di samping kantor bupati. Namun, setelah mempertimbangkan bahwa kita sudah memiliki area baru yang dapat menampung para pelaku UMKM, lokasi pelaksanaan kegiatan kemungkinan akan disesuaikan ke tempat tersebut,” jelasnya.
Sunggono menjelaskan, penyesuaian lokasi bazar masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan mempertimbangkan kapasitas area, kebutuhan teknis, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Apabila ditetapkan sebagai lokasi bazar, Arbizz Space diharapkan menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk kepada peserta, tamu undangan, dan masyarakat yang menghadiri MTQH.
Kegiatan tersebut juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan perluasan jangkauan pemasaran produk lokal.
Meski demikian, Pemkab Kukar belum menetapkan lokasi bazar secara resmi karena masih mengevaluasi sejumlah alternatif yang dinilai sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan.
Selain lokasi bazar, rapat koordinasi turut membahas kesiapan arena perlombaan. Salah satu tempat yang sebelumnya direncanakan digunakan adalah Ruang Rapat Daksa Arta di Gedung Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima Sunggono, ruangan tersebut kemungkinan akan digunakan oleh tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) pada Desember 2026.
Kondisi tersebut membuat panitia perlu mempertimbangkan alternatif tempat perlombaan untuk menghindari benturan penggunaan fasilitas selama penyelenggaraan MTQH.
“Tujuan pertemuan hari ini adalah menyamakan persepsi, menyelaraskan informasi, serta menyesuaikan rencana dengan berbagai perubahan yang terjadi. Mengingat kegiatan ini cukup besar dan melibatkan banyak pihak, kita perlu memastikan bahwa seluruh persiapan dilaksanakan dengan baik,” tegas Sunggono.
Secara konseptual, Sunggono menilai persiapan MTQH ke-46 telah mencapai lebih dari 80 persen. Meski demikian, sejumlah kebutuhan teknis masih harus diselesaikan, terutama penetapan lokasi kegiatan dan kesiapan fasilitas pendukung.
Tahapan berikutnya adalah mempresentasikan perkembangan persiapan kepada pihak terkait, termasuk menyampaikan laporan resmi kepada Bupati Kukar.
“Secara konseptual, saya menilai persiapan sudah mencapai lebih dari 80 persen. Tahapan selanjutnya adalah kembali mempresentasikan perkembangan tersebut kepada pihak terkait, termasuk melaporkannya secara resmi kepada Bupati Kukar,” ungkapnya.
Sunggono berharap koordinasi lintas bidang terus diperkuat agar setiap perubahan rencana dapat segera ditindaklanjuti tanpa mengganggu tahapan persiapan yang telah berjalan.
Dari sisi kepesertaan, Kukar berencana mengikuti seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan dalam MTQH tingkat Provinsi Kaltim.
Namun, jumlah pasti peserta masih dalam proses pendataan dan dapat berubah berdasarkan hasil penghitungan serta pertimbangan terhadap calon peserta yang akan diikutsertakan.
“Yang jelas, kita akan mengikuti seluruh cabang perlombaan yang tersedia. Namun, jumlah peserta masih dapat berubah karena kita sedang menghitung dan mempertimbangkan beberapa alternatif peserta yang akan diikutsertakan,” kata Sunggono.
Berdasarkan estimasi sementara, jumlah kontingen Kukar diperkirakan mencapai sekitar 1.200 orang. Angka tersebut belum menjadi jumlah final karena proses pendataan dan penetapan peserta masih berlangsung.
Untuk mendukung kebutuhan akomodasi, panitia mulai mengidentifikasi sejumlah pilihan tempat menginap, mulai dari hotel, wisma, hingga fasilitas penginapan lainnya di sekitar lokasi kegiatan.
“Untuk kebutuhan akomodasi peserta, kita sudah mulai melakukan identifikasi terhadap berbagai pilihan penginapan, baik hotel, wisma, maupun penginapan lain yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan,” jelasnya.
Pendataan tersebut dilakukan untuk memperkirakan kebutuhan akomodasi berdasarkan jumlah kontingen yang akan hadir dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
Ketersediaan penginapan menjadi salah satu perhatian panitia mengingat penyelenggaraan MTQH tingkat provinsi akan melibatkan peserta, pendamping, dan pihak terkait dari berbagai daerah.
Pemkab Kukar terus mengoptimalkan koordinasi lintas bidang untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan, termasuk penetapan arena perlombaan, kesiapan akomodasi, serta lokasi kegiatan pendukung.
Pengembangan bazar UMKM juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal yang berkesempatan memasarkan produknya selama kegiatan berlangsung.
Melalui persiapan tersebut, Pemkab Kukar berharap MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kaltim dapat berlangsung lancar, menjadi sarana penguatan syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, sekaligus memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
