Pemkab Paser Gelar Bimtek Manajemen Risiko, Perkuat SPIP DPRD
Sekretariat DPRD Paser menggelar Bimtek penyusunan kertas kerja manajemen risiko untuk memperkuat implementasi SPIP dan meningkatkan akuntabilitas kinerja.
PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser menggelar sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan kertas kerja manajemen risiko Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis risiko, Selasa (14/04/2026), di Ruang Rapat Bapekat DPRD Paser.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut menghadirkan narasumber dari Inspektorat Daerah Paser, Nasrin dan Maqdalena, serta diikuti pejabat struktural, pejabat pelaksana teknis kegiatan, dan staf di lingkungan Sekretariat DPRD Paser.
Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari Nota Dinas Sekretariat DPRD Paser tertanggal 7 April 2026 terkait sosialisasi dan pengisian kertas kerja manajemen risiko, yang menjadi bagian dari penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Dalam pemaparannya, Nasrin menegaskan bahwa manajemen risiko merupakan komponen penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan di perangkat daerah.
“Pengelolaan risiko harus dilakukan secara sistematis dan menjadi bagian dari proses organisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyusunan dokumen risiko bertujuan untuk mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih terukur dan terarah.
Sementara itu, Maqdalena memandu sesi teknis pengisian kertas kerja manajemen risiko dengan memberikan pendampingan langsung kepada peserta, mulai dari penetapan konteks, identifikasi risiko, hingga analisis risiko sesuai tugas dan fungsi masing-masing unit kerja.
“Jika dalam satu sasaran strategis terdapat lebih dari dua atau tiga risiko, baris dapat ditambahkan agar seluruh risiko dapat dicatat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara sasaran strategis dengan dokumen Perjanjian Kinerja (PK), sehingga indikator dan target yang disusun tetap sejalan dengan arah kebijakan organisasi.
Selain itu, peserta diingatkan untuk memperhatikan penjenjangan program dan kegiatan atau cascading, di mana program, kegiatan, dan subkegiatan harus berada di bawah sasaran strategis yang relevan agar penyusunan dokumen lebih sistematis.
Melalui kegiatan ini, Sekretariat DPRD Paser menargetkan peningkatan pemahaman serta kualitas penerapan manajemen risiko di lingkungan kerja, sekaligus memperkuat implementasi SPIP pada tingkat perangkat daerah.
Ke depan, hasil Bimtek ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam penyusunan dokumen risiko serta dilakukan pemantauan berkala guna memastikan efektivitas pengendalian dan akuntabilitas kinerja pemerintahan di Paser. []
Penulis: Darwanti | Penyunting: Nursiah
