Pemkot Bima Gelar GPM SAMARASA untuk Tekan Harga Pangan
BIMA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) SAMARASA (Sahabat Masyarakat untuk Harga Stabil dan Sejahtera) untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas pangan dan daya beli warga.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog Cabang Bima tersebut berlangsung di halaman Kantor Lurah Jati Baru Timur, Selasa (18/08/2026). Pelaksanaan GPM di tingkat kelurahan menjadi salah satu upaya Pemkot Bima mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Persediaan yang disiapkan meliputi Minyak Kita sebanyak 60 dus atau setara 720 liter, gula pasir 120 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 ton, serta beras premium sebanyak 200 kilogram.
Pelaksanaan program tersebut dihadiri perwakilan Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkot Bima. Kegiatan juga melibatkan seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bima serta Lurah Jati Baru Timur.
Pemkot Bima menilai penyediaan pangan dengan harga terjangkau memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Intervensi melalui GPM diharapkan dapat menjaga kemampuan masyarakat dalam membeli bahan pangan sekaligus menjadi bagian dari pengendalian gejolak harga di tingkat daerah.
Program SAMARASA juga memperkuat kolaborasi antara Pemkot Bima, TPID Kota Bima, dan Perum Bulog Cabang Bima dalam menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis. Distribusi pangan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu pendekatan untuk memperpendek akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terkendali.
Selain berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah. Ketersediaan beras, gula, dan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama ketika harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami perubahan.
Kehadiran GPM di lingkungan kelurahan juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan tanpa harus mengakses pusat distribusi yang lebih jauh. Pola pelaksanaan seperti ini dinilai dapat memperluas jangkauan program sekaligus memastikan intervensi pangan menyentuh masyarakat secara langsung.
Informasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagaimana diberitakan Pemerintah Kota Bima, Selasa (18/08/2026), menunjukkan bahwa pengendalian harga pangan dilakukan tidak hanya melalui kebijakan pada tingkat kota, tetapi juga dengan menghadirkan akses pangan murah hingga lingkungan masyarakat.
Pemkot Bima memastikan upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan akan terus dilakukan melalui berbagai langkah bersama pihak terkait. Ke depan, pelaksanaan GPM di tingkat kelurahan diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang stabil, terjangkau, dan tersedia sesuai kebutuhan. []
Redaksi01
