Pendampingan PNM Mekaar Jadi Penguat Ekonomi UMKM Perempuan
SERANG – Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Serang dinilai mulai memperkuat ketahanan ekonomi perempuan prasejahtera melalui pembiayaan aman, pendampingan usaha, serta dukungan kelompok yang membantu pelaku usaha ultra mikro mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal.
Skema tersebut tidak hanya berorientasi pada tambahan modal usaha, tetapi juga mendorong perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membangun keberanian dalam mengembangkan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, serta menciptakan kemandirian finansial di tengah tekanan ekonomi.
Kepala PNM Cabang Serang Eka Hermanta mengatakan pemberdayaan usaha ultra mikro memiliki dampak lebih luas daripada sekadar peningkatan modal usaha. “Di banyak ruang kehidupan masyarakat, terutama di lingkungan ibu-ibu pengusaha UMKM, pemberdayaan juga berarti bertambahnya keberanian untuk mengambil peran, memperkuat ekonomi keluarga, dan membangun daya tahan bersama di tengah berbagai tantangan,” kata Eka, sebagaimana diwartakan Bantenraya, Senin, (25/05/2026).
Melalui PNM Mekaar, perempuan prasejahtera diberi akses pembiayaan yang lebih terarah agar tidak lagi bergantung pada pinjaman informal yang berisiko memberatkan. Pendampingan berbasis kelompok juga dibangun untuk memperkuat solidaritas, pengelolaan usaha, hingga membentuk rasa percaya diri di antara anggota.
“Perempuan dalam ekosistem ultra mikro bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama ekonomi rumah tangga. Dari usaha kecil yang dikelola di dapur, teras rumah, hingga pasar-pasar lokal, lahir dampak yang lebih luas,” jelasnya.
Menurut Eka, kekuatan kelompok menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha para anggota. Dukungan sosial antarpeserta dinilai mampu meningkatkan ketahanan ekonomi perempuan dalam menghadapi tantangan bisnis.
“Jadi kalau misalnya ada satu member yang mengalami kendala semua anggota turut memberikan support, maupun mengingatkan satu sama lain,” papar Eka.
Ia menambahkan kepemimpinan informal para ketua kelompok menjadi penguat dalam proses pemberdayaan tersebut. “Modal sosial yang terbentuk dari kebersamaan ini kemudian memperkuat resiliensi ekonomi perempuan, karena setiap anggota tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usahanya,” ungkapnya.
Dampak program juga terlihat dari kisah Purwanti, nasabah PNM Cabang Serang, yang mengembangkan usaha catering dari skala sederhana hingga memberi peluang penghasilan bagi ibu-ibu di sekitarnya. “Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi juga supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan,” kata Purwanti.
Melalui pendekatan pembiayaan, pendampingan, dan penguatan solidaritas kelompok, program ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas peran UMKM perempuan dalam menopang ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan di tingkat lokal. []
Penulis: Harir Baldan | Penyunting: Redaksi01
