Penyaluran KUR Perumahan BSI Sudah 67 Persen, Tembus Rp844 Miliar
JAKARTA – Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah mencapai Rp844 miliar atau sekitar 67 persen dari target Rp1,2 triliun hingga 21 Mei 2026. Capaian ini menjadi indikator percepatan pembiayaan rumah layak huni bagi masyarakat melalui skema kredit bersubsidi yang terus didorong pemerintah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut secara nasional penyaluran KUR Perumahan telah menembus Rp16,298 triliun per 21 Mei 2026. Program tersebut dinilai memberi dampak signifikan terhadap akses pembiayaan perumahan rakyat.
“Per hari ini KUR Perumahan sudah terserap Rp16 triliun. Berarti ini program KUR Perumahan yang diciptakan Presiden Prabowo sangat bermanfaat,” ujar pria yang akrab disapa Ara itu.
Di sisi perbankan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan total penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp1,2 triliun sepanjang 2026 melalui skema Kredit Program Perumahan (KPP). Selain itu, BSI juga membidik penyaluran KUR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 5.540 unit rumah subsidi.
Direktur Utama (Dirut) BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan hingga Maret 2026, realisasi FLPP telah menyentuh 1.250 unit rumah dan akan terus dikejar hingga akhir tahun.
“Kalau kita lihat target tahun ini untuk BSI, untuk KUR Perumahan itu adalah Rp 1,2 triliun. Lalu untuk FLPP 5.540 rumah. Saat ini sampai dengan bulan Maret (2026) itu 1.250 (unit). Kita tentu akan kejar untuk sampai 5.540 (unit),” kata Anggoro Eko Cahyo, sebagaimana dilansir Pos-kupang, Kamis, (21/05/2026).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, capaian pembiayaan BSI tersebut memperlihatkan dukungan sektor keuangan terhadap program rumah terjangkau yang digagas pemerintah.
“Jadi, terima kasih Pak. Data ini faktual, artinya BSI confirm sangat mendukung program KUR Perumahan yang pertama kali dibuat oleh Presiden Prabowo. Dan saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dukungan jajaran Bapak, nanti bersama BP Tapera kerja keras dengan SMF (PT Sarana Multigriya Finansial) supaya kita lebih banyak lagi menyiapkan rumah yang layak huni dan terjangkau,” ucap dia.
Selain menyasar pembeli rumah, skema pembiayaan KPP BSI juga menopang sisi pasokan perumahan. Di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pembiayaan kepada pengembang mencapai Rp70 miliar, kontraktor Rp19 miliar, serta toko bangunan Rp26 miliar. Sementara dari sisi permintaan, pembiayaan tercatat sebesar Rp200,7 miliar.
“Ini sangat menolong rakyat. Kenapa? Bunganya hanya 0,5 % , sejalan dengan arah Presiden Prabowo,” tutur Ara.
Pemerintah dan sektor perbankan berharap percepatan penyaluran KUR Perumahan serta FLPP mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, terjangkau, dan mendukung penguatan sektor properti nasional. []
Penulis: … | Penyunting: Redaksi01
