PLN Hadirkan Listrik Desa di Pedalaman Kubu Raya
KUBU RAYA – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat (Kalbar) memperluas jaringan listrik desa hingga menjangkau Dusun Karya Sejati, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Kehadiran listrik PLN di wilayah tersebut membuka akses energi bagi puluhan warga yang sebelumnya masih bergantung pada genset dan pelita.
Program elektrifikasi desa itu turut mendapat perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan Kalbar I, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, saat melakukan kunjungan kerja pada Kamis (30/04/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan optimal dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam agenda tersebut, Sibarani didampingi Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mempawah, Abdul Aziz, bersama jajaran PLN. Mereka juga berdialog dengan masyarakat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Kuala Mandor A guna menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan listrik di wilayah pedalaman.
Selain membangun jaringan listrik desa, PLN juga menyalakan sambungan listrik gratis melalui program Light Up The Dream (LUTD). Program yang bersumber dari donasi pegawai PLN itu menyasar masyarakat prasejahtera dan fasilitas umum, meliputi SDN 22 Kuala Mandor A, Puskesmas Pembantu Kuala Mandor A, serta tiga rumah warga di Dusun Karya Sejati.
Kepala Desa (Kades) Kuala Mandor A, Munawir, mengaku masyarakat kini dapat menikmati listrik PLN setelah bertahun-tahun hidup tanpa akses energi yang memadai.
“Alhamdulillah, masyarakat kami kini dapat menikmati listrik PLN. Sebelumnya warga mengandalkan pelita dan genset dengan biaya yang cukup besar setiap bulannya,” ungkapnya sebagaimana dilansir Pontianak Post, Minggu (10/05/2026).
Sementara itu, Sibarani menegaskan pemerataan akses listrik menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan energi yang berkeadilan bagi masyarakat hingga wilayah terpencil.
“Hasil kunjungan ini akan kami sampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan elektrifikasi nasional, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses listrik yang merata,” ujar Sibarani.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan listrik secara bijak dan produktif untuk mendukung peningkatan kesejahteraan serta aktivitas ekonomi rumah tangga.
General Manager (GM) PLN UID Kalbar, Maria G. I. Gunawan, menjelaskan pembangunan listrik desa di wilayah tersebut menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks. Meski demikian, PLN tetap melanjutkan pembangunan hingga menjangkau kawasan terpencil.
PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,440 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 6,01 kms di Dusun Karya Sejati. Infrastruktur tersebut dilengkapi satu unit gardu distribusi berkapasitas 100 kilovolt ampere (kVA) dan saat ini telah melayani 84 pelanggan.
“PLN berkomitmen untuk terus memperluas akses listrik sebagai bagian dari pemerataan pembangunan nasional. Kehadiran listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujar Maria.
Selain pembangunan infrastruktur, PLN turut melakukan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan dan memperkenalkan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kelistrikan. []
Penulis: Hanif | Penyunting: Redaksi01
