PLN Jatim Luncurkan Coreboost 2.0 untuk Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
SURABAYA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meluncurkan strategi transformasi bisnis bertajuk Collaborative Revenue Boost (Coreboost) 2.0 untuk memperkuat pertumbuhan bisnis ketenagalistrikan dan layanan beyond kWh secara terintegrasi di Jawa Timur. Program tersebut juga menjadi langkah PLN mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan mendukung transisi energi bersih nasional.
Peluncuran Coreboost 2.0 dihadiri jajaran direksi PLN Group, sektor perbankan, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) kendaraan listrik, investor Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), asosiasi ketenagalistrikan, hingga mitra strategis lainnya. Dalam kegiatan itu, PLN turut menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan sektor perbankan dan industri otomotif guna mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Jawa Timur.
Direktur Legal & Human Capital PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, menilai langkah PLN UID Jawa Timur menjadi bentuk sinergi nyata lintas sektor dalam menghadapi tantangan industri energi ke depan.
“Saya mengapresiasi langkah PLN UID Jawa Timur yang mampu menghadirkan sinergi nyata antara PLN Group, sektor perbankan, industri otomotif, hingga stakeholder strategis lainnya. Harapannya, Coreboost 2.0 ini dapat mendorong transformasi bisnis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan,” ujar Yusuf Didi Setiarto.
General Manager (GM) PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menjelaskan Coreboost 2.0 menjadi tonggak penguatan kolaborasi PLN Group bersama ATPM dan sektor perbankan dalam menghadirkan layanan energi yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
“Coreboost 2.0 merupakan langkah konkret untuk mempercepat pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi yang kuat, layanan yang agile, serta solusi terintegrasi yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan. PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra solusi energi dan bisnis,” ujar Ahmad Mustaqir, sebagaimana diwartakan SurabayaPagi, Rabu (27/05/2026).
Program Coreboost 2.0 difokuskan pada pengembangan Integrated Business Solution yang mencakup penjualan tenaga listrik, layanan beyond kWh, pengembangan energi hijau, digital connectivity, optimalisasi aset, efisiensi operasional, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Strategi tersebut diperkuat melalui pendekatan Priority Account Executive, optimalisasi digitalisasi layanan, serta pemantauan berbasis Customer Relationship Management (CRM). Sejumlah perbankan nasional seperti Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan KB Bukopin turut terlibat dalam kolaborasi tersebut. Dukungan juga datang dari sektor otomotif melalui Hyundai, BYD Haka Auto, BYD Arista, Wuling Motors, hingga Indomobil Group.
PLN UID Jawa Timur mencatat populasi kendaraan listrik di Jatim hingga akhir 2025 mencapai sekitar 24.500 unit. Untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik, PLN telah menghadirkan 302 unit SPKLU di 162 lokasi strategis di berbagai wilayah Jatim.
Selain kendaraan listrik, Coreboost 2.0 juga membuka peluang pengembangan layanan bisnis afiliasi PLN Group lainnya seperti Renewable Energy Certificate (REC), rooftop solar photovoltaic (PV), engineering services, energy management, internet connectivity, hingga asset management untuk mendukung kebutuhan industri dan bisnis di Jatim.
PLN UID Jawa Timur optimistis program tersebut mampu mempercepat pertumbuhan bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran PLN Group sebagai penyedia solusi energi terintegrasi di era transisi energi nasional.
“Kolaborasi menjadi kunci utama menghadapi masa depan energi. Dengan sinergi yang kuat, PLN Group Jawa Timur siap menghadirkan layanan yang semakin andal, mempercepat transisi energi serta mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur,” tutup Ahmad. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
