PLN Kalselteng Tetapkan Status Siaga Kelistrikan Mulai 3 Juli 2026

BANJARMASIN – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan pasokan listrik memasuki status siaga mulai 3 Juli 2026. Kondisi tersebut diharapkan mengakhiri pemadaman bergilir yang selama beberapa waktu terakhir terjadi akibat gangguan teknis pada pembangkit listrik, selama tidak muncul kendala mendadak pada sistem kelistrikan.

Pernyataan tersebut disampaikan General Manager (GM) PT PLN (Persero) UID Kalsel dan Kalteng Iwan Soelistijono saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Kamis (02/07/2026).

Dalam forum tersebut, Iwan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalsel dan Kalteng atas pemadaman bergilir yang terjadi akibat gangguan teknis pada pembangkit listrik. Ia berharap proses perbaikan yang sedang berlangsung mampu menjaga keandalan pasokan sehingga pemadaman bergilir tidak kembali terjadi, khususnya di Kalsel.

“Pengertian siaga bukan berarti normal, tapi tak ada pemadaman bergilir lagi sejauh tidak ada gangguan mendadak,” katanya, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (02/07/2026).

Iwan menjelaskan perbaikan pembangkit listrik dijadwalkan selesai pada September 2026. Meski demikian, PLN berharap proses tersebut dapat diselesaikan lebih cepat agar sistem kelistrikan kembali beroperasi secara optimal.

“Sebagaimana terjadwal perbaikan pada pembangkit rampung September mendatang. Namun kita berharap, semoga bisa lebih cepat,” ujar Iwan.

RDP yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kalsel Alpiya Rakhmam, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel Achmad Maulana, anggota DPRD Kalsel Rosehan Noor Bachri, Husnul Fatahillah, Ardiansyah, Mushaffa Zakir, Ombudsman Kalsel Hadi Rakhman, serta Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Fauzan Ramon. Sejumlah peserta meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman bergilir, progres perbaikan pembangkit, hingga langkah PLN mencegah kejadian serupa terulang.

“Kalau kerusakan, kapan selesai perbaikan?” tanya Alpiya Rakhmam dan Achmad Maulana.

Dalam rapat itu, Rosehan Noor Bachri mengungkapkan ikan hias koi peliharaan keluarganya mati akibat terganggunya pasokan listrik yang memengaruhi suplai karbon dioksida (CO2) pada kolam. Sementara itu, Ardiansyah menyatakan DPRD Kalsel siap memberikan pendampingan apabila PLN memerlukan dukungan dalam proses koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kami dari DPRD provinsi tidak berkeberatan membantu pendampingan untuk pengurusan ke pusat, kalau memang perlu, demi buat kenyamanan masyarakat kita,” ucap Ardiansyah.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel Mushaffa Zakir turut meminta PLN memberi perhatian terhadap pelaku usaha mikro yang bergantung pada pasokan listrik, seperti penjual es batu dan minuman segar yang menggunakan mesin press gelas. Menurutnya, kepastian pasokan listrik menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha masyarakat kecil.

“Kasihan mereka (pengusaha kecil) yang menggunakan aliran listrik, kalau listriknya padam,” ujar Mushaffa Zakir. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *