PLN Matikan Listrik 6 Jam di Semarang Timur, Cek Daftar Wilayah Terdampak

SEMARANG – Sejumlah kawasan di Semarang Timur akan mengalami pemadaman listrik sementara hingga enam jam pada Rabu, 9 September 2026. Penghentian aliran listrik tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan jaringan sekaligus pemotongan dahan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan kelistrikan.

Pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Semarang dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Semarang Timur.

Langkah pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga kondisi jaringan tegangan menengah tetap andal. Selain pekerjaan pada jaringan dan instalasi listrik, petugas juga akan melakukan pemangkasan dahan pohon di sekitar jalur jaringan yang dinilai berpotensi mengganggu sistem kelistrikan.

Bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan terdampak, pemadaman tersebut perlu diantisipasi karena berlangsung pada rentang waktu yang cukup panjang. Warga dapat menyiapkan kebutuhan listrik sebelum pekerjaan dimulai, terutama untuk perangkat elektronik, kegiatan usaha, serta aktivitas rumah tangga yang bergantung pada pasokan listrik.

Sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman masuk dalam wilayah yang terdampak. Area tersebut antara lain Jalan Gajah Birowo, Jalan Dempel Kidul Raya, Jalan Nogososro, dan Jalan Kawung.

Pemadaman juga mencakup Jalan Kamiluto, Jalan KH Abdur Rosyid, Jalan Taman Syuhada, serta Jalan Kyai Sakir Raya. Wilayah lain yang turut terdampak meliputi Jalan Tlogosari Raya, Jalan Sidomukti, Jalan Tejokusumo, Jalan Sidoluhur, Jalan Suryokusumo, dan Jalan Muktiharjo Raya.

Selain itu, pekerjaan pemeliharaan berimbas pada kawasan Jalan Bangetayu Raya dan Jalan Padi Raya beserta wilayah di sekitarnya. Cakupan area tersebut menunjukkan bahwa penghentian sementara pasokan listrik tidak hanya menyasar satu titik, tetapi sejumlah kawasan yang berada dalam jaringan pelayanan ULP Semarang Timur.

PLN menjelaskan, pemeliharaan jaringan diperlukan untuk mendukung keandalan penyaluran listrik sekaligus mengantisipasi gangguan yang dapat muncul akibat kondisi jaringan maupun pepohonan di sekitar instalasi.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pemangkasan atau pekerjaan terhadap pohon yang berada dekat jaringan listrik secara mandiri. Penanganan tersebut sebaiknya dikoordinasikan dengan petugas PLN untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kontak dengan jaringan listrik.

Jadwal pekerjaan dapat mengalami perubahan mengikuti situasi dan kondisi teknis di lapangan. Karena itu, warga di wilayah terdampak diharapkan memperhatikan informasi terbaru dari PLN dan memastikan perangkat listrik yang tidak diperlukan dalam kondisi aman selama pemadaman berlangsung.

Pemeliharaan dan pemangkasan pohon tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keamanan serta keandalan jaringan, sehingga potensi gangguan listrik akibat kerusakan jaringan atau pepohonan dapat diminimalkan pada waktu mendatang, sebagaimana diberitakan Rmoljawatengah, Rabu, (09/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *