PLN Padamkan Listrik Balikpapan 28 September 2026, Cek Lokasinya
BALIKPAPAN – Penghentian sementara aliran listrik dijadwalkan berlangsung selama empat jam di sejumlah kawasan Kota Balikpapan, Senin, 28 September 2026. Gangguan tersebut berdampak pada wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) Balikpapan Selatan dan ULP Balikpapan Utara mulai pukul 09.00 hingga 13.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Pemadaman sementara berkaitan dengan gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap pasokan listrik pelanggan di dua wilayah pelayanan tersebut. Ruas jalan, kawasan permukiman, fasilitas umum, pusat perdagangan, hingga sejumlah perkantoran masuk dalam daftar area terdampak.
Pelanggan di wilayah ULP Balikpapan Selatan antara lain berada di Jalan Syarifudin Yoes, Jalan Belatuk, Jalan Punai Raya, sebagian Jalan Ruhui Rahayu, Perum PGRI, Perumahan Griya Permata Asri, Islamic Center, Perum Rengganis, dan kawasan sekitarnya.
Sementara itu, cakupan wilayah ULP Balikpapan Utara meliputi sebagian Jalan Jenderal Ahmad Yani, Grapari Balikpapan A. Yani, Jalan Gunung Rejo, Bank Kaltimtara Cabang Balikpapan, sebagian Jalan Letjen S. Parman, Jalan P. Antasari, Jalan Bonto Bulaeng, Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Rejo, serta sebagian Jalan Sumber Rejo.
Wilayah terdampak juga mencakup sebagian Jalan D.I. Panjaitan, Jalan Sulawesi/Gang Buntu, sebagian Jalan Teratai, Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 0 hingga Kilometer 2, Jalan Borobudur, Jalan Imus Payau, kawasan Rapak Plaza, Ramayana Rapak, Optik AZS Rapak, serta sebagian Jalan Klamono.
Selain itu, sebagian Jalan Satu atau Strat I, Jalan Dua atau Strat II, Jalan Indrakila atau Strat III, Jalan Gurinda IV atau Strat IV, Jalan Inpres I hingga IV, serta Jalan Manunggal 1 hingga 3 juga masuk dalam daftar lokasi terdampak.
Dengan waktu penghentian pasokan berada pada pagi hingga siang hari, pelanggan yang bekerja dari rumah, menjalankan kegiatan usaha, maupun menggunakan perangkat elektronik perlu melakukan persiapan sebelum pukul 09.00 WITA.
Pelanggan dapat mengisi penuh baterai telepon seluler dan power bank, menyiapkan lampu darurat atau senter, serta menyimpan pekerjaan yang sedang dikerjakan pada komputer atau perangkat elektronik lainnya. Peralatan listrik yang tidak digunakan juga dapat dimatikan untuk mengurangi risiko gangguan ketika pasokan kembali menyala.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan. Waktu normalisasi pasokan dapat menyesuaikan kondisi di lapangan sehingga pelanggan diimbau mengikuti informasi terbaru dari PLN.
Selain menghadapi penghentian sementara tersebut, pelanggan juga diimbau menggunakan listrik secara bijak. PLN mendorong masyarakat mematikan peralatan yang tidak digunakan, terutama pada periode beban puncak pukul 18.00-21.00 WITA.
Penggunaan pendingin ruangan juga disarankan diatur pada suhu di atas 24 derajat Celsius serta mengoptimalkan perangkat yang memiliki konsumsi energi lebih rendah. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga keandalan pasokan listrik secara keseluruhan.
Rincian jadwal dan wilayah tersebut sebagaimana diberitakan Tribuntrends, Senin, (28/09/2026). PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat gangguan dan mengimbau pelanggan tetap memperhatikan informasi pemulihan pasokan dari petugas di lapangan. []
Redaksi01
