PLN Soppeng Jadwalkan Pemadaman 10 September 2026, Ada Dua Sesi
SOPPENG – Sejumlah wilayah di Kabupaten Soppeng dijadwalkan mengalami penghentian sementara aliran listrik pada Kamis, 10 September 2026. PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Soppeng membagi pengaturan beban menjadi dua sesi, yakni siang hingga sore dan malam hari, dengan durasi maksimal mencapai empat jam pada sesi pertama.
Sesi pertama dijadwalkan berlangsung pukul 13.30–17.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Wilayah yang masuk dalam daftar meliputi Desa Maccile, termasuk Mallanroe, Makkuntu, Warue, dan sebagian Telagae.
Pengaturan beban pada periode tersebut juga mencakup Kelurahan Lalabata Rilau, antara lain Jl. Salotungo, Jl. Lakita, Jl. Tujuh Waliwali, Lolloe, Kubba, Togigi, Laempa, Tikkao, Taletting, Lappaloang, dan Dapanna. Kantor Bupati Soppeng, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Soppeng, serta kawasan perkantoran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut tercantum dalam wilayah terdampak.
Desa Pattojo, khususnya Dusun Timpalaja, juga masuk dalam daftar untuk sesi siang. Warga, pelaku usaha, maupun perkantoran di kawasan tersebut perlu menyesuaikan aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik dengan jadwal yang telah diumumkan.
Sementara itu, pengaturan beban tahap kedua berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA atau sekitar tiga jam. Wilayah yang terdampak pada sesi malam meliputi Desa Tellulimpoe, khususnya Lompoe, Desa Bulue, dan Desa Laringgi.
Sejumlah kelurahan juga masuk dalam jadwal tersebut, yakni Kelurahan Attang Salo, Kelurahan Batu-Batu, Kelurahan Kaca, Kelurahan Limpomajang, dan Kelurahan Manorang Salo.
Pembagian jadwal menjadi dua sesi membuat sebagian masyarakat perlu mengantisipasi pemadaman pada waktu berbeda. Khusus warga yang terdampak pada malam hari, kebutuhan penerangan, komunikasi, dan pengoperasian peralatan elektronik perlu dipersiapkan sebelum memasuki waktu pengaturan beban.
Jadwal tersebut merupakan bagian dari pengaturan beban dan pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga kestabilan sistem sekaligus mendukung keamanan pekerjaan petugas di lapangan.
Namun, waktu maupun durasi pemadaman masih dapat berubah mengikuti kondisi sistem kelistrikan Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara (Sulbagsel) yang masih dalam tahap transisi pemulihan. Artinya, listrik dapat kembali menyala lebih cepat atau jadwalnya mengalami penyesuaian sesuai kondisi di lapangan, sebagaimana diberitakan Tribuntrends, Kamis, (10/09/2026).
Masyarakat di wilayah terdampak disarankan mengisi daya telepon seluler, power bank, lampu darurat, serta perangkat elektronik penting sebelum jadwal pemadaman. Peralatan elektronik yang sensitif juga sebaiknya diamankan untuk mengantisipasi perubahan tegangan ketika pasokan listrik kembali.
Apabila listrik belum menyala setelah melewati jadwal atau terjadi gangguan lain, pelanggan dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 dengan kode area sesuai wilayah. []
Redaksi01
