PLN UID Kalselteng Borong Dua Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Pendidikan

BANJARBARU – Komitmen sosial PT PLN (Persero) melalui program pendidikan berbasis tanggung jawab sosial kembali mendapat pengakuan nasional setelah meraih dua penghargaan tertinggi dalam ajang Nusantara Corporate Social Responsibility (CSR) Awards 2026, yang digelar di Jakarta pada Rabu (08/04/2026).

Penghargaan tersebut diraih oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) melalui dua program unggulan di sektor pendidikan, yakni Mentari (Mencerahkan Literasi Anak Negeri) dan Cahaya Harapan Sang Penimba Ilmu, yang dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di daerah.

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility itu, program Mentari memperoleh predikat Platinum Alignment dengan nilai 90,40. Sementara program Cahaya Harapan Sang Penimba Ilmu meraih Platinum Performance dengan nilai 1,89. Kedua program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang berfokus pada penguatan akses dan mutu pendidikan.

General Manager (GM) PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

“Penghargaan ini menjadi penguatan bahwa program TJSL PLN mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berupaya menghadirkan program yang tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan semangat belajar generasi muda,” ujar Iwan sebagaimana dilansir Radarsampit, Selasa (21/04/2026).

Ia menegaskan bahwa peran PLN tidak hanya terbatas pada penyediaan energi listrik, melainkan juga mencakup kontribusi sosial yang lebih luas.

“Melalui program TJSL, PLN hadir untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Kami meyakini bahwa pendidikan yang baik akan melahirkan generasi unggul, dan hal tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Program Mentari sendiri difokuskan pada penguatan literasi anak melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba literasi berbasis budaya lokal, penyediaan ruang baca, hingga distribusi bahan bacaan berkualitas. Program ini dilaksanakan di sejumlah sekolah dasar di Barito Kuala, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru melalui kolaborasi dengan komunitas literasi setempat.

Sementara itu, program Cahaya Harapan Sang Penimba Ilmu menitikberatkan pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Huda, Kuala Kapuas. Bentuk intervensinya meliputi pembangunan ruang belajar, perbaikan fasilitas sanitasi, rehabilitasi ruang kelas, penataan lingkungan sekolah, serta penyediaan perangkat teknologi berupa komputer, printer, scanner, dan akses internet.

Melalui dua program tersebut, PLN UID Kalselteng dinilai berhasil memperluas akses pendidikan yang layak sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Ke depan, perusahaan berharap program TJSL di bidang pendidikan dapat terus diperluas jangkauannya agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi PLN dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. []

Penulis: Fafan Rinaldy | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *