Rahasia Sukses Bisnis Gestun

Bisnis-gestun

BAGI Anda pemegang kartu kredit, pasti familiar dengan istilah bisnis gestun atau gesek tunai. Tapi, apakah Anda paham tentang gestun? Mungkin ada yang menjawab iya, ada juga mungkin yang menjawab tidak. Kenapa Anda sampai tidak mengetahuinya? Hal ini dikarenakan bisnis gestun biasanya dilakukan secara tertutup.

Jarang orang mau terbuka tentang bisnis ini. Kenapa demikian? Ada dua alasan kenapa bisnis ini tertutup. Yang pertama, bisnis gestun oleh bank dianggap sebagai bisnis abu-abu. Padahal kenyataannya, tidak demikian. Bisnis ini tidak jauh beda dengan bisnis lain bila dikerjakan dengan serius, akan mampu memberikan penghasilan untuk kita.

Bisnis ini tidak ada bedanya dengan money changer, jika di bisnis money changer pengusahanya mengambil keuntungan dari selisih kurs jual-beli. Di bisnis gestun, produk yang dijual sama, yaitu uang, sedangkan keuntungan diambil dari fee transaksi kartu kredit. Alasan kedua kenapa bisnis gestun tertutup adalah para pengusaha gestun tidak ingin orang lain tahu potensi bisnis ini.

Ibarat kata, bisnis gestun itu adalah peluang bisnis yang “save heaven,” alias risikonya kecil. Kok bisa begitu? Karena produk yang ditransaksikan tidak memiliki kedaluwarsa, dan setiap orang pasti membutuhkannya, yaitu uang. Selain itu, keuntungan yang didapat bisa sangat menggiurkan, bahkan bisa hingga 50 persen/bulan jika Anda tahu caranya.

Nah, bagi Anda yang punya uang tapi bingung mau diapain, gestun adalah solusi yang tepat. Selama ini mungkin Anda ragu ingin membuka bisnis karena risikonya, tapi dengan gestun Anda tidak perlu takut. Mungkin Anda sudah merasa aman dengan deposito. Coba tanyakan berapa yang Anda dapat dari deposito?

Maksimal hanya 10 persen/tahun, sedangkan dari bisnis Gestun, untuk dapat keuntungan minimal 10 persen/bulan. Pembicara seminar adalah Roy Shakti pakar kartu kredit nomor 1 di Indonesia. Seminar akan diselenggarakan di BALIKPAPAN, Kamis 5 Juni 2014, pukul 16.30 di Hotel Swiss-belinn Jalan Jenderal Sudirman dan di SAMARINDA, Jumat 6 Juni 2014, pukul 16.30 di Hotel Horison Jl Imam Bonjol Nomor 9. [] RedFj/KP