Raperda Perubahan, Fraksi PKB Kritik Rendahnya Serapan Anggaran Pemkot Probolinggo
Saiful Iman, SH tampil sebagai juru bicara dalam Pemandangan Umum dari Fraksi PKB DPRD Kota Probolinggo yang menyoroti rendahnya serapan angaran Pemkot. (Foto : Rachmat Effendi)
PROBOLINGGO – Rapat Paripurna DPRD Kota Probolinggo dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi atas Raperda Perubahan APBD Kota Probolinggo mendapat kritik tajam dari Fraksi PKB.
Agenda yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026) tersebut berlangsung tertib meskipun ada beberapa Fraksi yang masih memberikan persetujuan dengan beberapa catatan, seperti Fraksi PKB, Fraksi PKS, Fraksi PDIP, dan Fraksi Golkar.

Sebelumnya juga kritis terhadap proyeksi serta upaya Pemkot Probolinggo dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar lebih optimal dan tidak lambat dalam perencanaan.
“Dengan rendahnya serapan anggaran tentunya akan berpengaruh pada program kerja Pemkot Probolinggo, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Saiful Iman, SH saat menyampaikan pemendangan umum dalam Rapat Paripurna, Kamis (27/8/2026) yang berlangsung di ruang sidang utama.

Lebih Jauh Saiful Iman, SH mengungkapkan, pada sektor pelayanan dasar realisasi anggaran pada bidang-bidang penting seperti pekerjaan umum, penataan ruang, dan pelayanan publik kerap dinilai lambat dan kurang maksimal.
Akumulasi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA), keterlambatan eksekusi program menyebabkan serapan rendah yang berdampak pada banyaknya rencana pembangunan infrastruktur warga yang tertunda.
Menurutnya, Fraksi PKB meminta Pemkot agar tidak hanya bergantung pada penyerapan administratif semata, tetapi juga lebih kreatif menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi layanan dan manajemen aset.
“Kami mendorong agar pada anggaran perubahan yang tersisa beberapa bulan kedepan, Pemkot segera lebih mengoptimalkan dalam program-programnya sehingga berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya. (rac)
