Ribuan Koperasi Terbentuk, Kalteng Masih Hadapi Tantangan Operasional

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadapi tantangan besar dalam mengoptimalkan operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, meski jumlah unit yang terbentuk telah mencapai ribuan, namun belum seluruhnya mampu berjalan efektif di lapangan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kalteng Rahmawati menyampaikan, kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan modal usaha, minimnya akses jaringan internet, serta kondisi geografis wilayah yang sulit dijangkau.

Menurutnya, banyak koperasi yang secara administratif telah terbentuk, tetapi belum sepenuhnya aktif menjalankan kegiatan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh belum meratanya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan dukungan infrastruktur.

โ€œYang menjadi tantangan sekarang adalah bagaimana koperasi ini bisa benar-benar berjalan. Tidak hanya terbentuk di atas kertas, tetapi juga aktif secara ekonomi,โ€ ujarnya, sebagaimana dilansir Prokalteng, Jumat, (17/04/2026).

Ia menjelaskan, penerapan sistem digital dalam pengelolaan koperasi juga belum optimal, terutama di wilayah desa terpencil. Keterbatasan jaringan internet menjadi hambatan utama dalam pemanfaatan aplikasi berbasis digital yang disiapkan pemerintah pusat.

โ€œDi beberapa wilayah, akses internet masih terbatas. Ini berdampak pada penggunaan aplikasi digital yang belum maksimal,โ€ tambahnya.

Selain persoalan teknologi, keterbatasan modal usaha turut menjadi faktor penghambat berkembangnya koperasi. Tanpa dukungan pembiayaan yang memadai, koperasi kesulitan mengembangkan unit usaha yang berkelanjutan.

Kondisi tersebut menyebabkan hanya sebagian kecil koperasi yang benar-benar aktif dan mampu menghasilkan aktivitas ekonomi nyata bagi masyarakat.

Pemprov Kalteng pun terus berupaya mencari solusi melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, serta mendorong dukungan dari pemerintah pusat guna mempercepat peningkatan kapasitas operasional koperasi.

Ke depan, tantangan ini menjadi pekerjaan rumah penting agar program Koperasi Merah Putih tidak berhenti pada tahap pembentukan semata, melainkan benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *