RSUD dr. Soedarso Lakukan Mitigasi Risiko Antisipasi Pemadaman PLN
Direktur RSUD dr. Soedarso, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes
PONTIANAK – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso Pontianak bergerak cepat dalam mengantisipasi dampak pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat.
Langkah ini diambil demi menjamin hak pasien untuk mendapatkan perawatan medis yang prima tanpa adanya hambatan teknis.
Manajemen RSUD dr. Soedarso Pontianak memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kesiapan infrastruktur cadangan menjadi fokus utama jajaran manajemen agar seluruh aktivitas di rumah sakit rujukan utama ini tidak mengalami kelumpuhan.
Direktur RSUD dr. Soedarso, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan pihak rumah sakit telah menerima informasi dari PLN mengenai adanya manajemen beban yang menyebabkan pemadaman bergilir.
Menyikapi kondisi tersebut, rumah sakit langsung melakukan mitigasi risiko dengan memastikan kesiapan sumber listrik cadangan secara menyeluruh ke setiap unit pelayanan.
“Kami telah melakukan mitigasi terhadap kesiapan dan kecukupan cadangan sumber listrik dari power house atau genset beserta ketersediaan bahan bakarnya. Hal ini untuk memastikan pasokan listrik cadangan mampu membackup kebutuhan penerangan, pendingin ruangan (AC), hingga peralatan kesehatan,” ujar Hary Agung.
Hary Agung Tjahyadi menjelaskan lebih rinci bahwa penanganan untuk fasilitas kritis dilakukan dengan pengawasan yang sangat ketat.
Seluruh peralatan kesehatan vital, terutama alat bantu hidup dan alat medis berukuran besar yang sensitif terhadap gangguan listrik, telah dihubungkan dengan Uninterruptible Power Supply (UPS) atau sistem catu daya tanpa putus.
Keberadaan UPS yang dilengkapi dengan aki cadangan tersebut memiliki fungsi krusial untuk menjaga alat medis tetap beroperasi secara normal saat terjadi perpindahan sumber listrik utama ke generator cadangan.
Selain itu, sistem ini juga dipasang guna mencegah risiko kerusakan sirkuit komponen akibat lonjakan arus listrik.
Meski demikian, Hary mengakui masih banyak peralatan kesehatan lain yang berpotensi mengalami kerusakan apabila pemadaman listrik terjadi berulang kali dalam waktu yang lama.
Mengingat sebagian besar alat kedokteran modern memiliki sensitivitas tinggi terhadap kestabilan daya listrik.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pihak manajemen rumah sakit telah membangun komunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak PLN.
Tujuannya adalah agar pihak rumah sakit bisa memperoleh informasi paling mutakhir mengenai jadwal serta titik-titik manajemen beban yang akan dilakukan.(rac)
