Rumah Subsidi Tembus 459 Ribu Unit, Pemerintah Perkuat Target 3 Juta Rumah

0
01m4x5k2a8qhxpcf1p37f00r21

JAKARTA – Penyaluran rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 459.468 unit sejak 2025 hingga 14 Oktober 2026, sementara target Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) meningkat menjadi 400.000 unit pada 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan penyelarasan strategi pemerintah untuk mempercepat program 3 Juta Rumah hingga 2029.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) membahas penyelarasan peta jalan pembangunan perumahan periode 2025–2029 dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan koordinasi diperlukan agar target sektor perumahan sejalan dengan perencanaan pembangunan nasional. Pembahasan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan laporan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami memohon arahan agar laporan dua tahun pemerintahan Presiden di bidang perumahan yang akan kami sampaikan sesuai dengan ukuran dan arahan Bappenas,” kata Maruarar, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (14/10/2026).

Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel menjelaskan, Bappenas sebelumnya telah menilai target dalam peta jalan Kementerian PKP selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Koordinasi lanjutan dilakukan untuk mempertajam perencanaan dan memperkuat dukungan berbagai pemangku kepentingan.

Selain FLPP dan BSPS, pemerintah mengandalkan Kredit Program Perumahan untuk memperluas dukungan pembiayaan bagi sektor hunian. Realisasi kredit program tersebut tercatat mencapai Rp27,37 triliun dengan 114.672 debitur.

Pembiayaan itu menyasar pelaku usaha dalam ekosistem perumahan, mulai dari pengembang dan kontraktor hingga pedagang bahan bangunan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, program perumahan tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh hunian, tetapi juga menopang kegiatan usaha yang terkait dengan pembangunan rumah.

Target BSPS juga mengalami peningkatan dari 45.000 unit pada 2025 menjadi 400.000 unit pada 2026. Kenaikan target tersebut memperbesar ruang intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah secara swadaya.

Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas Abdul Malik Sadat Idris mengatakan penyelarasan program dibutuhkan untuk mempercepat pelaksanaan program 3 Juta Rumah dan memperluas jangkauan penerima manfaat. Upaya tersebut juga diharapkan berkontribusi mengurangi kekurangan pasokan rumah atau backlog.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengapresiasi langkah Kementerian PKP dalam membangun ekosistem perumahan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Menurut dia, ekosistem yang kuat dan strategi yang jelas menjadi fondasi pencapaian target sekaligus mendorong industri terkait.

Rachmat juga menilai capaian pembangunan dan renovasi rumah sepanjang 2025 hingga triwulan III 2026 menjadi modal untuk mempercepat target pada 2027–2029. Dukungan lintas kementerian dan pelaksanaan program yang terarah diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus memperkuat sektor perumahan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *