Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.115 per Dolar AS, Ini Pergerakan Mata Uang Asia
JAKARTA – Penguatan rupiah pada awal perdagangan Rabu (04/11/2026) menempatkan mata uang Indonesia di antara mayoritas mata uang Asia yang bergerak positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah spot tercatat berada di level Rp18.115 per dolar AS pada pukul 09.03 WIB, naik 0,25 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp18.160 per dolar AS.
Pergerakan tersebut berlangsung ketika tekanan terhadap dolar AS mulai mereda. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan mata uang AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, berada di level 101,46 atau turun dari posisi sebelumnya 101,86.
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang kawasan Asia. Yen Jepang memimpin dengan kenaikan 0,65 persen, disusul won Korea Selatan sebesar 0,53 persen. Rupiah berada di urutan berikutnya dengan penguatan 0,25 persen.
Mata uang lain yang turut menguat ialah baht Thailand sebesar 0,19 persen, dolar Singapura 0,16 persen, ringgit Malaysia 0,13 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, serta peso Filipina 0,003 persen.
Namun, penguatan tersebut tidak terjadi merata di seluruh kawasan. Yuan China melemah 0,11 persen, sedangkan dolar Taiwan terkoreksi 0,13 persen terhadap dolar AS.
Data pergerakan pasar tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Rabu (04/11/2026), menunjukkan rupiah memperoleh momentum positif di tengah pelemahan indeks dolar pada awal perdagangan.
Perubahan nilai tukar ini menjadi perhatian pelaku pasar karena pergerakan rupiah terhadap dolar AS dapat memengaruhi biaya transaksi perdagangan internasional, terutama kegiatan impor yang menggunakan mata uang tersebut. Meski demikian, penguatan pada awal sesi belum dengan sendirinya menggambarkan arah pergerakan rupiah sepanjang hari perdagangan. []
Redaksi01
