Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Hijau
JAKARTA – Rupiah mengakhiri perdagangan Jumat (09/10/2026) dengan penguatan 0,09 persen ke level Rp17.899 per dolar Amerika Serikat (AS), di tengah kecenderungan mayoritas mata uang Asia bergerak positif. Penguatan rupiah ini membalikkan posisi dari penutupan sebelumnya di Rp17.915 per dolar AS.
Pergerakan mata uang regional menunjukkan penguatan yang tidak merata. Baht Thailand memimpin kenaikan di Asia dengan apresiasi 0,38 persen hingga pukul 15.00 WIB, sedangkan yen Jepang mencatat pelemahan terdalam setelah turun 0,28 persen terhadap dolar AS.
Data perdagangan tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat (09/10/2026), menunjukkan yuan China turut menguat 0,14 persen. Peso Filipina dan ringgit Malaysia masing-masing naik 0,11 persen, sementara dolar Singapura terapresiasi 0,10 persen.
Kenaikan lebih terbatas terjadi pada rupee India dan dolar Taiwan yang sama-sama menguat 0,04 persen. Dolar Hong Kong juga bergerak positif, meski hanya naik 0,005 persen.
Di sisi lain, won Korea Selatan melemah 0,13 persen terhadap dolar AS pada sore hari. Pergerakan ini menempatkan won sebagai salah satu mata uang regional yang tertekan, bersama yen Jepang.
Penguatan rupiah pada penutupan perdagangan mencerminkan pergerakan positif pada hari tersebut, tetapi perubahan kurs harian belum cukup untuk memastikan arah tren berikutnya. Pergerakan selanjutnya tetap perlu dicermati seiring dinamika pasar valuta asing dan perubahan sentimen terhadap mata uang regional. []
Redaksi01
