Rupiah Melemah ke Rp17.942 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan

0
119418187

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Selasa (13/10/2026), ketika mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah di pasar spot tercatat turun 0,16 persen menjadi Rp17.942 per dolar AS pada pukul 09.11 WIB, dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.913 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah kecenderungan penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang regional. Berdasarkan data yang diberitakan Kontan, Selasa (13/10/2026), dolar Taiwan mencatat penurunan terdalam di kawasan Asia dengan pelemahan 0,40 persen, disusul won Korea Selatan yang terkoreksi 0,32 persen.

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga bergerak di zona merah. Peso Filipina melemah 0,10 persen, yuan China turun 0,03 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,02 persen, sedangkan dolar Singapura turun 0,01 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, beberapa mata uang regional masih mampu menguat. Yen Jepang naik 0,15 persen terhadap dolar AS, sementara baht Thailand menguat 0,02 persen dan dolar Hong Kong naik tipis 0,005 persen.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang Asia tidak berlangsung seragam. Meski sebagian besar mata uang melemah pada awal sesi, sejumlah mata uang masih mencatat penguatan terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia berada di level 102,44. Angka tersebut turun dari posisi sebelumnya sebesar 102,58.

Penurunan indeks dolar di tengah pelemahan rupiah menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar tidak hanya ditentukan oleh arah dolar AS secara umum, tetapi juga oleh dinamika masing-masing mata uang. Perkembangan kurs pada sesi perdagangan berikutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat arah pergerakan rupiah sepanjang hari. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *