Rupiah Menguat 0,16% ke Rp17.729 per Dolar AS
JAKARTA – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat (18/09/2026) pagi, seiring penguatan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Dalam kondisi tersebut, rupiah turut menguat 0,16% ke level Rp17.729 per dolar AS pada pukul 09.16 WIB.
Posisi rupiah tersebut membaik dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level Rp17.753 per dolar AS. Penguatan rupiah juga menempatkan mata uang Indonesia dalam jajaran mata uang Asia yang bergerak positif pada awal perdagangan.
Ringgit Malaysia menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS, yakni 0,47%. Setelahnya terdapat dolar Taiwan yang naik 0,34% dan peso Filipina yang menguat 0,19%.
Rupiah berada di posisi berikutnya dengan kenaikan 0,16%. Sementara itu, yuan China menguat 0,09%, baht Thailand naik 0,02%, dan dolar Hong Kong bertambah 0,02% terhadap dolar AS.
Pergerakan positif tidak terjadi pada seluruh mata uang kawasan. Won Korea tercatat melemah 0,36%, menjadi mata uang dengan penurunan terbesar dalam daftar tersebut. Yen Jepang juga turun 0,21%, sedangkan dolar Singapura melemah tipis 0,02%.
Di pasar valuta asing global, indeks dolar yang mencerminkan pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia berada di level 100,21. Angka tersebut turun dari posisi sehari sebelumnya yang mencapai 100,24.
Dengan pelemahan indeks dolar dan penguatan sebagian besar mata uang Asia, rupiah mengawali perdagangan Jumat dalam kondisi positif. Pergerakan tersebut sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat (18/09/2026). []
Redaksi01
