Rupiah Menguat ke Rp17.885 per Dolar AS pada Senin Pagi
JAKARTA – Rupiah di pasar spot menguat 0,08 persen ke level Rp17.885 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (12/10/2026). Penguatan mata uang Indonesia ini sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS, meski pergerakan mata uang di kawasan Asia masih bervariasi.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.12 WIB, rupiah menguat dari posisi penutupan akhir pekan sebelumnya sebesar Rp17.899 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah mencatat kenaikan nilai terhadap dolar AS pada awal pekan.
Di kawasan Asia, won Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,31 persen terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menyusul dengan penguatan 0,13 persen, diikuti yen Jepang sebesar 0,11 persen dan peso Filipina yang naik 0,10 persen.
Dolar Singapura menguat 0,09 persen, sedangkan rupiah tercatat naik 0,08 persen. Baht Thailand juga bergerak positif dengan kenaikan 0,06 persen.
Namun, tidak seluruh mata uang Asia bergerak menguat. Dolar Taiwan melemah 0,12 persen terhadap dolar AS, yuan China turun 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,001 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama dunia berada di level 102,12. Angka itu turun dari posisi akhir pekan lalu sebesar 102,21.
Sebagaimana diberitakan Kontan, Senin, (12/10/2026), penguatan rupiah pada awal perdagangan berlangsung ketika indeks dolar AS melemah. Pergerakan selanjutnya masih perlu dicermati karena nilai tukar rupiah dan mata uang regional dapat berubah mengikuti dinamika pasar valuta asing sepanjang hari. []
Redaksi01
