Rusun Kebon Kacang Bakal Direvitalisasi, Hunian MBR Berpotensi Bertambah

0
Perumnas gandeng IGS jajaki pengembangan hunian MBR di Kebon Kacang

JAKARTA – Revitalisasi Rumah Susun (Rusun) Kebon Kacang di Jakarta Pusat berpeluang menambah kapasitas hunian terjangkau menjadi lebih dari 2.700 unit dari sebelumnya 632 unit. Perum Perumnas menggandeng PT Informasi Geo Sistem (IGS) untuk menjajaki pengembangan kawasan tersebut sekaligus membuka peluang keterlibatan investor internasional.

Penjajakan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) antara Perumnas dan IGS di Jakarta, Jumat (16/10/2026). IGS akan memfasilitasi penjajakan calon investor, termasuk Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan KORINDO Group.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan aset dan memperluas manfaat pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Informasi itu sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (16/10/2026).

“Kami menyambut baik kerja sama antara Perumnas dan PT Informasi Geo Sistem ini. Kami juga berharap keterlibatan Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan KORINDO Group dapat membuka perspektif dan peluang baru dalam pengembangan aset Perumnas, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional Perumnas di bidang pembangunan infrastruktur dan kawasan perumahan,” ujar Imelda dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Saat ini, kawasan Rusun Kebon Kacang terdiri atas delapan blok bangunan bertingkat rendah dengan 632 unit hunian yang ditempati sekitar 2.400 penghuni. Rencana revitalisasi berpotensi meningkatkan jumlah unit menjadi lebih dari 2.700, yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Lokasi Kebon Kacang menjadi salah satu pertimbangan pengembangan karena memiliki akses ke pusat kegiatan ekonomi dan transportasi publik. Kawasan ini terhubung dengan koridor Thamrin–Sudirman, Halte Thamrin, Moda Raya Terpadu (MRT) Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Dukuh Atas, serta Stasiun Tanah Abang.

Pemanfaatan lahan di kawasan yang telah memiliki jaringan transportasi dan infrastruktur perkotaan tersebut membuka peluang pengembangan hunian dengan dukungan aksesibilitas yang sudah tersedia. Namun, peningkatan kapasitas hunian masih berupa potensi yang bergantung pada kelanjutan perencanaan, penjajakan investasi, dan realisasi proyek.

Kerja sama Perumnas dan IGS juga berkaitan dengan upaya mendukung program pemerintah 3 Juta Rumah, khususnya penyediaan hunian bagi MBR. Perumnas berupaya mengoptimalkan aset yang dimiliki sekaligus menjalin kemitraan untuk memperluas pengembangan perumahan.

Dukungan terhadap agenda perumahan nasional turut diperkuat melalui penetapan 14 lokasi proyek Perumnas sebagai proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2026. Lokasi proyek tersebut mencakup beragam bentuk pengembangan, mulai dari kawasan perumahan skala besar, hunian berbasis pengembangan berorientasi transit (transit-oriented development atau TOD), hunian vertikal perkotaan, hingga revitalisasi kawasan.

Melalui penjajakan revitalisasi Kebon Kacang, Perumnas berharap dapat memperluas peluang penyediaan hunian di kawasan strategis perkotaan. Keberhasilan rencana ini akan bergantung pada tindak lanjut kerja sama, kepastian investasi, dan pelaksanaan pengembangan yang tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *