Saham Teknologi Anjlok 1,23%, IHSG Merah di Sesi I

0
E5pXNK4dZT

JAKARTA – Saham sektor teknologi menjadi penekan utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Selasa (13/10/2026), setelah sektor tersebut terkoreksi 1,23 persen. Pelemahan itu menyeret IHSG turun 24,68 poin atau 0,42 persen ke posisi 5.911,46.

Di tengah tekanan pasar, sektor energi justru mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,62 persen, disusul sektor properti yang menguat 0,57 persen dan sektor kesehatan sebesar 0,09 persen. Kondisi ini menunjukkan pergerakan saham yang beragam, meskipun tekanan jual masih membayangi indeks utama.

Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan sesi pertama, sebanyak 328 saham melemah, sementara 315 saham menguat dan 148 saham bergerak stagnan. Dari 11 indeks sektoral, lima sektor berakhir di zona hijau, sedangkan enam sektor lainnya mengalami koreksi.

Selain teknologi, tekanan juga datang dari sektor barang konsumen siklikal yang turun 0,67 persen dan sektor keuangan yang melemah 0,56 persen. Pergerakan tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar saham domestik pada perdagangan tengah hari.

Di jajaran saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 4,57 persen. Posisi berikutnya ditempati PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang merosot 3,70 persen dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang turun 3,46 persen.

Sebaliknya, PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin kenaikan saham LQ45 dengan penguatan 4,21 persen. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menyusul dengan kenaikan 3,83 persen, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 3,82 persen.

Sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa (13/10/2026), total volume perdagangan saham mencapai 24,67 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,27 triliun hingga sesi pertama berakhir.

Pergerakan saham pada sesi berikutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan pada sektor teknologi dan keuangan berlanjut atau diimbangi penguatan sektor energi dan properti. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *