Sempat Minta Tolong, Sopir Taksi Online Meninggal di Sukaraja Bogor
Seorang pria berinisial IS (49) ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Raya Jakarta–Bogor, tepatnya di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu pagi (14/1/2026). Korban diketahui berprofesi sebagai pengemudi taksi online dan ditemukan tergeletak di samping kendaraan yang digunakannya untuk bekerja sehari-hari. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta menimbulkan perhatian masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.
Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman menjelaskan bahwa laporan mengenai adanya seorang pria yang tergeletak di pinggir jalan diterima kepolisian pada pagi hari. Lokasi penemuan berada di Kilometer 51 Jalan Raya Jakarta–Bogor, tepat di depan Perumahan Graha Laras.
“Telah ditemukan orang meninggal di Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 51, tepatnya depan perumahan Graha Laras. Adapun orang yang meninggal tersebut berinisial IS, umur 49 tahun,” kata Wagiman dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban sempat terlihat melambaikan tangan ke arah pengendara yang melintas dan meminta pertolongan. Salah satu warga kemudian memberi tahu petugas keamanan perumahan setempat mengenai kondisi korban.
“Satpam Graha Laras diberi tahu oleh warga yang lewat di lokasi bahwa di jalan ada orang yang melambaikan tangan minta tolong. Kemudian saksi langsung ke TKP dan, sesampai di TKP, didapati orang tersebut sudah tergeletak di samping mobilnya,” ujar Wagiman.
Melihat kondisi korban yang sudah tergeletak, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit FMC untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
“Anggota Polsek Sukaraja langsung ke TKP, sesampai di TKP, ditemukan orang tersebut. Kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit FMC. Setelah sampai rumah sakit, dinyatakan dokter sudah meninggal,” kata Wagiman.
Pihak keluarga korban yang datang ke rumah sakit menyampaikan bahwa IS berangkat dari rumah untuk bekerja sebagai pengemudi taksi online. Istri korban memastikan bahwa suaminya dalam kondisi sehat saat berpamitan dan tidak mengeluhkan sakit serius sebelumnya.
“Menurut keterangan istrinya bahwa suaminya pergi kerja sebagai driver taksi online,” imbuh Wagiman.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada tindak pidana.
“Hasil olah TKP dan pemeriksaan pada tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Untuk kepastiannya, dalam proses penyelidikan, tapi hasil olah TKP dan pemeriksaan badan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Wagiman.
Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Penyelidikan tetap dilakukan guna menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia secara mendadak di lokasi tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan para pekerja sektor transportasi daring yang menghabiskan waktu panjang di jalan raya. Selain risiko kecelakaan, kondisi kesehatan pengemudi juga menjadi faktor penting yang kerap luput dari perhatian. Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan orang yang membutuhkan pertolongan di jalan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. []
Siti Sholehah.
