Shopee dan Kementerian UMKM Buka Lomba Jurnalistik UMKM Paten 2026
JAKARTA – Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka kompetisi Apresiasi Jurnalistik “UMKM Paten” sebagai upaya mendorong lahirnya karya jurnalistik yang mengangkat kisah sukses transformasi digital pelaku UMKM di Indonesia. Program tersebut ditujukan bagi jurnalis aktif dari berbagai media massa dengan periode pengiriman karya hingga 31 Agustus 2026.
Kompetisi mengusung tema “Wajah Baru Ekonomi Indonesia melalui UMKM dan Platform Digital”. Melalui ajang ini, jurnalis didorong menghasilkan karya yang menampilkan praktik baik digitalisasi UMKM, mulai dari pemanfaatan e-commerce, pemasaran digital, pengembangan ekspor produk lokal, keamanan digital, hingga upaya pencegahan hoaks.
Program tersebut hadir di tengah besarnya peran UMKM terhadap perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Selain itu, hasil survei Center for Financial Inclusion (CFI) di Accion pada 2025 terhadap lebih dari 20.000 UMKM di lima kota besar dunia, termasuk Jakarta, menunjukkan bahwa pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi digital memiliki peluang hingga 10 persen lebih tinggi mencatat pertumbuhan pendapatan dibandingkan usaha yang belum mengadopsi teknologi digital.
Melalui kompetisi ini, Shopee dan Kementerian UMKM ingin memperkuat peran media dalam menyebarluaskan kisah inspiratif pelaku UMKM yang berhasil berkembang berkat pemanfaatan platform digital. Informasi tersebut diharapkan menjadi referensi sekaligus motivasi bagi pelaku usaha lain untuk mempercepat transformasi digital, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (08/07/2026).
Apresiasi Jurnalistik “UMKM Paten” terbuka bagi jurnalis aktif yang bekerja di perusahaan media massa di Indonesia. Peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya yang telah dipublikasikan atau disiarkan dalam rentang 1 Oktober 2025 hingga 31 Agustus 2026. Sebagai persyaratan administrasi, setiap peserta wajib melampirkan kartu pers yang masih berlaku.
Panitia menyediakan empat kategori lomba, yakni Media Cetak, Media Online, Fotografi, dan Audio Visual. Sementara itu, subtema yang dapat diangkat meliputi afiliasi, digitalisasi UMKM, ekspor produk lokal, keamanan digital, hingga pencegahan hoaks sehingga memberikan ruang yang luas bagi jurnalis untuk mengeksplorasi berbagai aspek transformasi digital di sektor usaha.
Seluruh karya akan dinilai oleh dewan juri yang berasal dari unsur pemerintah, organisasi media, industri, dan praktisi jurnalistik. Tim juri terdiri atas Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, Ketua Dewan Pengurus Forum Pemimpin Redaksi sekaligus Pemimpin Redaksi EMTEK Media Retno Pinasti, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika, pewarta foto Associated Press Achmad Ibrahim, serta Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira.
Panitia juga menyiapkan total hadiah senilai ratusan juta rupiah bagi para pemenang. Batas akhir pengumpulan karya ditetapkan hingga pukul 23.59 WIB pada Senin, 31 Agustus 2026. Melalui penyelenggaraan kompetisi tersebut, diharapkan semakin banyak karya jurnalistik yang mengangkat inovasi dan keberhasilan pelaku UMKM sehingga mampu memperluas inspirasi, edukasi, serta mendorong transformasi digital yang inklusif di Indonesia. []
Redaksi01
