Sinergi Kemanusiaan di Probolinggo: RSUD Waluyo Jati dan Baznas Makamkan Jenazah Tanpa Identitas secara Layak
Ketua Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo, Drs. H. Ahmad Muzammil (kiri) bersama Kabid Penunjang RSUD Waluyo Jati Kraksaan H. Sugianto, S.Kep. Ners (kanan). (Foto : Istimewa)
PROBOLINGGO – Komitmen nyata terhadap nilai-nilai kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. Berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, pihak rumah sakit bergerak cepat melakukan pemulasaraan dan pemakaman yang layak bagi seorang pasien perempuan tanpa identitas (Mrs. X) yang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis maksimal.
Sebelumnya, pasien tersebut ditemukan oleh warga dalam kondisi sakit kritis dan langsung dievakuasi ke RSUD Waluyo Jati.
Selama menjalani perawatan intensif di Ruang Mawar Merah, tim medis telah memberikan upaya pelayanan optimal sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Meninggalkannya pasien tanpa adanya dokumen identitas resmi maupun pihak keluarga yang dapat dihubungi, membuat RSUD Waluyo Jati segera mengambil langkah taktis. Pihak rumah sakit langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan Baznas untuk memastikan jenazah mendapatkan penghormatan terakhir secara layak dan bermartabat.
Pelayanan Humanis Tanpa Membedakan Status
Direktur RSUD Waluyo Jati, dr. Yessi Rahmawati, menegaskan bahwa penanganan pasien tanpa identitas hingga proses pemakaman ini merupakan wujud komitmen mutlak rumah sakit dalam mengedepankan pelayanan yang humanis.
“Sejak awal pasien tiba, kami berkomitmen memberikan pelayanan medis yang maksimal setara dengan pasien lainnya, tanpa memandang latar belakang atau status identitasnya. Bagi kami, setiap orang yang membutuhkan pertolongan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” ujar dr. Yessi tegas.
Pihak RSUD Waluyo Jati juga memfasilitasi seluruh proses pemulasaraan jenazah di instalasi rumah sakit, termasuk menyediakan armada ambulans untuk mengantarkan jenazah langsung ke lokasi pemakaman.
dr. Yessi turut menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan dukungan penuh dari Baznas Kabupaten Probolinggo dalam menyelesaikan persoalan sosial ini.
“Sinergi seperti ini sangat krusial, ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kolaborasi kemanusiaan ini terus kuat terjalin untuk membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat,” imbuhnya.
Solusi Cepat Baznas Melalui Program Pemulasaraan Jenazah
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, Drs. H. Ahmad Muzammil, menjelaskan bahwa pihaknya mengalokasikan bantuan sebesar Rp1 juta guna menyokong seluruh kebutuhan pemakaman, mulai dari biaya penggalian liang lahat, pembelian peti jenazah, kain kafan, hingga batu nisan.
Langkah taktis ini diambil setelah jenazah disemayamkan di ruang pendingin rumah sakit selama kurang lebih 10 hari, demi memberi waktu maksimal jika ada pihak keluarga yang mencari.
“Selama 10 hari kami bersama rumah sakit menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. Karena tidak ada yang mencari, jenazah harus segera dimakamkan demi kepanasan dan syariat. Mengingat rumah sakit maupun instansi lain tidak memiliki pos anggaran khusus untuk biaya pemakaman kasus seperti ini, di sinilah Baznas hadir melalui program pemulasaraan jenazah,” urai H. Ahmad Muzammil.
Muzammil menegaskan, program ini dirancang khusus sebagai solusi atas kedaruratan sosial keagamaan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Harapan kami, bantuan ini menghapus kendala administrasi bagi pihak rumah sakit ketika menghadapi kasus serupa di masa depan. Selain meringankan beban operasional rumah sakit, ini adalah kewajiban kita bersama sebagai umat manusia untuk memastikan setiap jenazah mendapatkan haknya untuk dimakamkan secara layak,” pungkasnya.
Kolaborasi responsif antara RSUD Waluyo Jati dan Baznas Kabupaten Probolinggo ini menjadi bukti nyata hadirnya sinergi kelembagaan dalam memberikan perlindungan serta penghormatan terakhir bagi kelompok masyarakat rentan.(mis)
