Sumsel Dilanda Kenaikan Harga Cabai dan Bawang, Telur Justru Turun

PALEMBANG – Kenaikan harga komoditas hortikultura mulai menekan pasar tradisional di Sumatra Selatan (Sumsel), terutama pada kelompok cabai dan bawang, sementara harga protein hewani seperti daging ayam dan telur justru bergerak turun.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Selasa (19/05/2026), lonjakan tertinggi terjadi pada cabai rawit hijau yang naik 10,98 persen menjadi Rp70.750 per kilogram (kg). Kenaikan juga tercatat pada cabai merah keriting sebesar 10,27 persen menjadi Rp61.750 per kg, cabai rawit merah naik 7,78 persen menjadi Rp83.150 per kg, serta cabai merah besar yang meningkat 1,83 persen menjadi Rp55.500 per kg.

Tidak hanya cabai, kelompok bawang turut mengalami kenaikan harga. Bawang merah ukuran sedang tercatat naik 2,92 persen menjadi Rp44.000 per kg, sedangkan bawang putih ukuran sedang meningkat 2,47 persen menjadi Rp41.500 per kg.

Di tengah kenaikan hortikultura, sejumlah bahan pangan pokok lain relatif stabil. Harga beras medium dan premium tidak berubah, begitu pula minyak goreng curah yang bertahan di level Rp20.650 per liter.

Sementara itu, komoditas protein hewani justru mencatat penurunan harga. Daging ayam ras segar turun 0,71 persen menjadi Rp35.000 per kg, sedangkan telur ayam ras turun 0,87 persen menjadi Rp28.500 per kg.

Pantauan Dinas Perdagangan Kota Palembang di Pasar Tradisional Lemabang, Rabu (20/5/2026), menunjukkan harga hortikultura masih tinggi. Bawang merah telah menyentuh Rp48.000 per kg, bawang putih Rp38.000 per kg, cabai merah besar Rp55.000 per kg, cabai merah keriting Rp60.000 per kg, cabai rawit Rp70.000 per kg, dan cabai burung mencapai Rp90.000 per kg.

Kondisi ini menunjukkan tekanan harga lebih dominan pada komoditas hortikultura dibanding bahan pangan lain. Sementara itu, telur ayam di pasar tersebut masih bertahan di kisaran Rp25.000 per kg dan daging ayam ras tetap berada di level Rp35.000 per kg, sebagaimana diberitakan Bisnis, Rabu, (20/05/2026). []

Penulis: Husnul Iga Puspita | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *