Tekan Risiko Diabetes dan Hipertensi, Dinas Kesehatan dan Pemdes Klaseman Probolinggo Gelar Skrining Prolanis
PROBOLINGGO – Pemerintah Desa Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Pokja 4 dan UPT Dinas Kesehatan menggelar pemeriksaan kesehatan massal melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Kegiatan yang menyasar kelompok lansia dan usia produktif ini difokuskan pada deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya Hipertensi (darah tinggi) dan Diabetes Melitus (kencing manis).
Agenda yang didasarkan pada hasil pemetaan (mapping) kepesertaan BPJS Kesehatan di wilayah Kabupaten Probolinggo tersebut dilaksanakan secara terpusat di kediaman Kepala Desa Klaseman, Kecamatan Gending, pada Rabu (10/6/2026).
Deteksi Dini dan Edukasi Preventif PTM
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes. Melalui, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Khoirul Roziqin, SKM. menegaskan bahwa program ini merupakan langkah intervensi strategis untuk memetakan risiko kesehatan warga secara masif.
Menurutnya, kesadaran akan bahaya PTM harus ditanamkan sejak dini karena penyakit ini tidak lagi hanya menyerang usia tua, melainkan juga usia produktif.
“Hari ini, Desa klasemen yang berada di bawah wilayah kerja memfasilitasi program Prolanis dari BPJS Kesehatan. Fokus utamanya adalah melakukan screening bagi warga yang memiliki indikasi atau riwayat kencing manis dan darah tinggi, sehingga tingkat resiko fatalitasnya dapat dideteksi dan diintervensi sejak awal,” ujar Khoirul Roziqin saai memantau jalannya kegiatan.
Khoirul menambahkan, meski terbuka bagi masyarakat umum yang ingin memeriksakan diri, prioritas utama program ini diberikan kepada warga yang telah tergabung dalam klub Prolanis dan rutin menjalani kontrol kesehatan bulanan. Tidak sekadar pemeriksaan fisik, kegiatan ini juga memprioritaskan penyuluhan kesehatan guna mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat.
Dongkrak Umur Harapan Hidup di Kabupaten Probolinggo
Sementara itu Kepala Desa Klaseman Suprijono, Melalui edukasi yang agresif dan berkelanjutan, pihak pemerintah desa dan tenaga medis berkomitmen menekan angka komplikasi akibat diabetes dan hipertensi. Langkah preventif (pencegahan) dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan tindakan kuratif (pengobatan) saat kondisi pasien sudah memburuk.
Menutup keterangannya, Suprijono menyampaikan optimisme tinggi terkait dampak jangka panjang dari sinergi kesehatan lintas sektor ini bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo.
“Ini adalah bagian integral dari upaya pencegahan dini. Kami terus mendongkrak intensitas penyuluhan kesehatan agar pasien memahami cara mandiri untuk mengurangi tingkat resiko penyakitnya. Harapan ke depan, dengan kesehatan yang terjaga, derajat kualitas hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo semakin meningkat dan Umur Harapan Hidup (UHH) warga dapat tumbuh secara signifikan,” pungkas Suprijono dengan tegas. (mis)
