Tetap Bisa Salurkan Hak Pilih, Pekerja IKN di Fasilitasi Dua TPS Lokasi Khusus

SAMARINDA – Para pekerja konstruksi di proyek kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru, Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) juga ikut mencoblos surat suara pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, Rabu (14/02/2024).

Mereka dalam menyalurkan hak pilihnya difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten (Kab.) Penajam Paser Utara (PPU) di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) lokasi khusus (loksus). Lokasi TPS loksus buat para pekerja IKN itu ada di Rest Area yang berada di Desa Bumi Harapan, Kecamatan (Kec.) Sepaku, PPU. Selain itu juga di Kelurahan (Kel) Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, Balikpapan, Kaltim.

Salah satu pekerja di proyek IKN, Nur Isanudin mengaku dirinya bahagia bisa memberikan suara memilih pemimpin masa depan Indonesia meskipun tak berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai alamatnya sendiri. “Tapi siapa yang dicoblos rahasia ya. Intinya kami bersyukur bisa memilih calon pemimpin,” ujar pekerja asal Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) itu kepada wartawan di TPS loksus 901 Desa Bumi Harapan.

Isanudin tak sendirian, sejumlah rekan-rekannya yang bekerja di megaproyek infrastruktur Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) itu pun ikut pula mencoblos di sana. Dia mengaku sudah setahun terakhir bekerja di Sepaku untuk membantu membantun proyek istana presiden di kawasan inti IKN.

Isanudin berharap pemimpin Indonesia yang terpilih dari Pilpres 2024 ini  bisa memberikan lapangan pekerjaan luas bagi masyarakat. Sebab, hanya itu yang diperlukan untuk saat ini. Dan menurutnya, proyek IKN ini salah satu contoh kecilnya. “Semoga ke depan, proyek ini bisa tetap berlanjut meski pemimpin berganti,” harapnya.

Cerita berbeda dari Asep Sudrajat, pekerja asal Bandung, Jawa Barat (Jabar) ini justru belum bisa menggunakan haknya di bilik suara TPS khusus. Padahal dia sudah mendaftarkan diri dan perusahaanlah yang bertanggung jawab mengakomodasi. Asep meyakini, besar kemungkinan ada miskomunikasi antara pihak perusahaan dan KPU.

“Saya kira bisa mencoblos dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Saya dari Bandung, baru sebulan di proyek lapangan sepak bola,” kata Asep. Besar harapan Asep agar dia bisa menggunakan hak suaranya di pemilu. Sebab, memilih pemimpin terbaik akan sangat menentukan jalannya negara selama lima tahun ke depan. “Mungkin, nanti saya konfirmasi lagi ke pihak terkait,” tuturnya.

Wartawan masih berupaya mengontak KPU wilayah terkait keberadaan pekerja IKN yang tak bisa menggunakan hak pilih tersebut. Pemungutan suara Pemilu 2024 digelar serentak di Indonesia untuk memilih presiden dan wakil rakyat di legislatif, Rabu (14/02/2024).

Ada tiga pasangan calon (paslon) peserta Pilpres yakni paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Sementara untuk pileg nasional yang memperebutkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ada partai politik (parpol).  Sebagai informasi, sebelumnya, KPU PPU mencatat sebanyak 1.355 pekerja infrastruktur IKN yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada Pemilu 2024.

Dari 1.355 pekerja IKN tersebut, terdapat 251 pekerja proyek pembangunan duplikat Jembatan Pulau Balang, Bandara VVIP IKN di Kel. Pantai Lango, Kec. Penajam. Sedangkan selebihnya berada di Kec. Sepaku atau kawasan IKN. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *